Urban Farming, Bertanam Dimana Saja


Manusia sebagai makhluk hidup dalam menjalankan aktifitas tak luput dari kebutuhannya akan makanan. Makanan digunakan sebagai sumber energy, pertumbuhan dan perkembangan sel dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme lain. Dalam mendapatkan makanan manusia masih bergantung pada makhluk lain seperti telah disebut diatas, dan untungnya manusia dikarunia kecerdasan luar biasa hingga mampu merekayasa makhluk hidup lain sesuai keinginannya guna memenuhi kebutuhan yang kian meningkat seiring populasi manusia yang bertambah. Salah satunya dalam bidang pertanian.

Pertanian yang ada sekarang ini merupakan buah dari pertanian konsep revolusi hijau yang sudah diwariskan turun temurun melalui kakek nenek petani kita, mulai gencar pada orde baru. Pertanian konvensional telah mengurat nadi petani Indonesia khususnya karena efektifitasnya meningkatkan produksi tanaman, dalam jangka waktu pendek tentunya. Kenyataannya sekarang ini praktek pertanian konvensional malah menimbulkan masalah baru berupa pencemaran lingkungan dan degradasi lahan. Menurut Sudadi et al. (2014) dengan pemberian masukan pupuk anorganik secara intensif dan terus menerus dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia (residu) berbahaya didalam tanah. Residu tersebut bahkan bersifat seperti lem atau semen yang lengket membuat tanah cepat mengeras danĀ menggumpal pada kelembaban rendah. Sehingga tidak hanya isu lingkungan saja yang muncul bahkan merambah ke isu pangan, menurunnya produksi karena kemampuan lahan menumbuhkan tanaman kian melemah, pencemaran air karena pupuk dan pestisida kimia sampai munculnya berbagai penyakit karena hasil pertanian tercemar bahan kimia. Solusinya? Back to nature! Kita kembalikan semua pada konsep alami melalui sistem Pertanian Organik. (Bahaya pupuk kimia bisa anda simak di tulisannya Charisma Rahma)

Tanah pecah pecah mengumpal
Sumber: google.com

Pertanian Organik pada prinsipnya merupakan praktik pertanian dengan tanpa menggunakan bahan kimia, termasuk pupuk dan pestisida kimia dan berusaha membuat tanah, pada khususnya, “hidup” dalam artian mampu memenuhi unsur hara bagi tanaman melalui proses bilogi dan kimia yang terjadi didalamnya. Proses tersebut hanya bisa diperankan oleh organisme-organisme dalam tanah. Sayangnya keberadaan mereka terancam karena bahan kimia berbahaya masuk kedalam tanah dan bahan organic tanah berkurang karena ketergantungan petani akan bahan anorganik, sehingga usaha dini yang bisa kita lakukan adalah mengembalikan kondisi tanah dengan bahan organic seperti seresah, kompos, pupuk kandang dsb. Wijanarko et al. (2007) menegaskan bahwa penambahan bahan organik kedalam tanah sangat dianjurkan sebagai penyangga kesuburan kimia tanah.

Larger urban farming
Sumber: google.com

Jadi, ayo mulai menanam sendiri tanaman pangan disekitar rumah! Selain keamananya terjamin, hal ini juga bisa menekan sedikit pengeluaran untuk kebutuhan pangan keluarga. Namun sayangnya, masyarakat perkotaan tak seberuntung masyarakat pedesaan dimana lahan dipedesaan relative masih tersedia luas guna usaha pertanian. Permasalah lahan sempit menjadi kendala bagi masyarakat urban untuk bisa menanam sendiri khususnya tanaman pangan. Solusi yang bisa ditawarkan adalah menggiatkan Urban Farming dengan mengoptimalkan tempat, bahan dan media sedapatnya untuk pertanaman. Kalau kita tilik foto-foto urban farming diluar negeri bakalan ngiler šŸ˜€

o-URBAN-AGRICULTURE-facebook
Urban rooftop farming in Brooklyn, New York

Prinsip Urban Farming (versi saya)

Mengoptimalkan ruang kosong untuk kegiatan bertanam, sayang sekali misalkan terdapat ruang yang terpapar sinar matahari dan disitu terdapat banyak sumber makanan diudara (CO2) bagi tanaman tidak digunakan untuk bertanam

Gunakan barang bekas! Hal ini untuk mengurangi pemborosan penggunaan barang/bahan/media baru sedangkan barang lama masih bisa dipakai

Pemenuhan hara bagi tanaman bagaimana? Tenang, pupuk organic berupa kompos atau pupuk kandang mudah didapat, dibuat sendiri bisa, mau beli juga murah. Jangan khawatir

Pemilihan komoditas sebaiknya genjah, berumur pendek. Dari kelompok satu bulan panen ada kangkung, bayam, sawi, selada dsb; dua sampai tiga bulan panen ada bawang, merah bawang daun, buncis, cabai rawit (tahunan, dapat dipanen berkali-kali) dsb.

Dimana saja kosep urban farming bisa diterapkan. Ini adalah hal kecil dan mengasyikkan namun juga merupakan tantangan besar, dan andapun bebas memilih tanaman apa saja tanaman yang mau dibudidayakan, mumpung masih musim hujan. Letā€™s Plant! from now

sampah-botol-bekas-2jpg-768x513
Botol bekas baiknya diapakan ya?
Gambar-3-Vertikal-Garden-Botol-Bekas
Dibuat jadi pot bisa šŸ˜€
blogger-image-1758523077
Kalau stereofoam? Ya sama, bisa muat lebih banyak malahan
13556747_1713999865534367_814109641_n
Ini saya coba nanam Kangkung di lantai 2 kosan lho,Ā  kurusan karna dulu pas kemarau šŸ˜¦
IMG_20170822_060830
Kalau ini sawi šŸ˜€

 

*sorry guys tulisannya berbau sitasi-sitasi gitu, maklum lah semester tua šŸ˜€ sebenarnya ini tulisan lama dari blog saya yang sudah usang dan berdebu. Dipindah kesini biar ada yang baca dan berusaha menularkan gerakan membaca menanam ..hehe

 

Referensi:

Google.com

https://www.kompasiana.com/charismarahma/masih-mau-pakai-pupuk-kimia-yuk-intip-bahayanya_54f84872a33311d55e8b4963

Setiawati W, Murtiningsih R, Sopha GA, Handayani T. Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Sayuran. Bandung: BALAIĀ  PENELITIANĀ  TANAMANĀ  SAYURAN

Susila AD. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Bogor: Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB.

Sudadi, Sumarno, Wiki H. 2014. Pengaruh Pupuk Organik Berbasis Azolla, Fosfat Alam dan Abu Sekam Terhadap Hasil Padi dan Sifat Kimia Tanah Alfisol. Sains Tanah 11(2): 2014.

Wijanarko A, Sudaryono, Sutarno. 2007. Karakteristik Sifat Kimia dan Fisika Tanah Alfisol di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Iptek Tanaman Pangan 2(2): 225.

Advertisements
Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api


Akhir pekan kemarin boleh dibilang long weekend,Ā tapi agenda saya malah kosong plong. Tidak ada acara maupun rencanaĀ mbolang sama sekali mengingat akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat, terutama hujan. Di Solo saja minggu kemarin sempat hujan sehari full sampai sore bahkan malam masil lanjut. Bencana banjir terjadi dimana-mana; Pacitan, Klaten, Wonosobo dan masih banyak kota lain yang terkena musibah banjir parah. Semoga kita selalu dalam lindungaNya. Amiin.

Well, Saya ingin sedikit share liburan akhir pekan saya minggu kemarin. Bersyukur sekali saya berkesempatan hidup di kota ‘budaya’ Solo. Mau kemana-mana terutamaĀ travelingĀ sangat mudah aksesnya dan dekat dengan destinasi wisata. Ibaratnya nih ya Solo berada ditengah-tengah ‘pertigaan’ Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kereta Api Prameks
KA Prameks. Sumber: http://facebumen.com/

Ngomong-ngomong Yogyakarta, saya sedang ketagihan berpergian ke Jogja dengan menggunakan Kereta Api. Maklum lah, di kota asal saya tidak ada transportasi kereta api. Saya memanfaatkan jasa kereta api local Prameks (Prambanan Ekspress) yang melayani rute Solo – Jogja. Meskipun ada beberapa opsi kereta api lain, jadwal Prameks setau saya ada setiap 1 – 1,5 jam sekali. Beberapa hal yang membuat saya jatuh cinta dengan transportasi kereta api:

1. Tepat Waktu

Belum ada ceritanya molor beberapa menit gara-gara nunggu penumpang. Jika jadwal pukul 7.20 ya pukul itu juga dijam dan menit yang sama, teng, roda-roda kereta mulai berputar. Sempat saya pernah menyaksikan beberapa penumpang masuk ke pemeriksaan tiket kurang dari 15 detik sebelum keberangkatan dan berlarian menuju kereta namun sudah langsung ketinggalan karena waktu sudah menunjukkan pukul. Tidak ada toleransi. Pelajaran berharga untuk mereka, dan saya berharap sih budaya tepat waktu bisa diterapkan dimana saja.

2. Cepat, Nggak Macet

Hanya butuh waktu sejam untuk kereta Prameks dari Solo sampai Jogja. Tentu hal ini sangat menghemat waktu berharga kita di perjalanan. Coba saja kalau memakai mobil atau motor, bisa 2 jam perjalanan belum lagi kalau terkena macet. Untungnya, di rel kereta nggak ada yang namanya macet šŸ˜€

3. Nyaman dan Nggak Capek

‘Nyaman’ bagi setiap orang itu relative. Bagi saya kenyamanan yang saya peroleh adalah konsekuensi logis dari 2 poin diatas baru kemudian fasilitas didalam kereta. Misal saja molor, tentu jadiĀ badmood;Ā lama sampai di kota tujuan tentu badan terasa lebihĀ keselĀ kalau dalam Bahasa Jawa, hehe. Apalagi kalau pakai motor, wah kasian badan kita. Kursi di KA Prameks tidak ada nomornya, ‘siapa cepat dia dapat’. Untuk KA Prameks warna kuning tidak ber AC dan tidak ber toilet, untuk sirkulasi udara hanya mengandalkan angin dari blower dan jendela. Sedangkan KA Prameks warna merah atau Grafiti ada AC dan toiletnya.

4. Harga Tiket Terjangkau

Karena hanya ada kelas ekonomi, Prameks membandrol harga tiket 8k perkepala (seharga nasi telor + es teh burjo UNS) šŸ˜€ Ini nih salah satu faktor Prameks nggak pernah sepi. Tiket bisa dipesan H-7 dan tidak bisa pesan secara online, meskipun terdapat fitur online form di situs Prameks.com namun tetap harus dicetak. Tiket Go show bisa dipesan 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Saya menyarankan jika anda ingin naik Prameks di akhir pekan supaya untuk memesan tiket jauh-jauh hari karena tiket Go show cepat habis bahkan pernah jam 3 sore saja tiket jadwal keberangkatan paling malam sudah ludes.

5. Dukungan Moda Transportasi Lain

Terutama di Stasiun Maguwo, merupakan stasiun intermoda yang terintegrasi dengan bandara Adi Sucipto dan transportasi berbasis jalan raya, sangat dekat dengan pool DAMRI. Kalau ingin ke bandara tinggal lewat terowongan saja, sangat nyaman, ber escalator šŸ˜€ (bagi saya sudah wah). Kadang juga ada sedikit hiburan musik tradisional Jawa dan sindennya, live, didekat patung yang saya sendiri tidak tau patung apa hehe. Jika turun di stasiun Lempuyangan perjalanan bisa disambung dengan bis trans, atau yang lainnya. Kalau di stasiun Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Stasiun Tugu saya belum pernah pakai transportasi umum karena Tugu sudah di pusat kota, sangat dekat dengan Malioboro, tinggal jalan saja sambil menikmati kota šŸ˜€

image1
Masih bertanya-tanya ini patung apa

 

Cara Simple Background Baris Tabel Berselang-seling dengan CSS


Boleh dibilang saya termasuk orang yang “kudet” pada perkembangan web design & programming saat ini, terlebih pada beberapa framework dan CMS. Hal itu dikarenakan waktu sudah banyak terkonsentrasikan pada jurusan kuliah saya. Namun karena permintaan teman untuk membuat project web akhirnya saya bergelut lagi dengan yang namanya coding html, css, jQuery, php, MySQL. Dan sepertinya Bahasa pemrograman diatas sudah mendarah daging. Bagaimana tidak, setiap kali menulis beberapa baris kode rasanya memiliki keasyikan tersendiri dan bisa betah berjam-jam didepan laptop sampai solusi pemecahan masalah yang sedang dicari bisa terselesaikan.

Sedikit curhat saja šŸ˜€

Background baris berselang-seling pada tabel tidak hanya untuk memperindah saja, namun agar mudah dalam membaca tabel. Terutama ketika sedang secara urut mengecek nilai data pada tabel. Dan secara cepat dapat mencari data yang dimaksud dalam tabel dengan memperkirakan letak baris ganjil atau genap.

Untuk cara membuat background baris tabel berseling sebenarnya simple, hanya dengan menambahkan beberapa baris kode css dengan selector :nth-child(n). Selector :nth child(n) baru benar-benar saya pahami setelah hasil intip-mengintip source kode WordPress lewat fitur inspect element pada browserĀ dan saya coba-coba, biasalah trial and error. Namun di W3Schools juga sebenarnya penjelasannya sudah sangat lengkap, hehe. Karena dulu (sudah lama sekali) cara jadul saya menggunakan nilai dari suatu variable pada Looping di script php untuk mengidentifikasi suatu data baris pada urutan ganjil atau genap dan kemudian kita sisipkan style inline css disitu, mungkin anda juga pernah memakainya.

Misal tabel yang akan dibuat seperti ini:Baris script php punya saya seperti ini, baris pertama mulai dari 0 karena diawal $i=0

Script diatas akan mencetak tag html dengan disisipi inline style css background. Kelemahan script ini akan menulis banyak script inline style apabila kita memiliki banyak baris data.

Adapun cara dengan css selector :nth-child(n) adalah sebagai berikut, baris pertama dimulai dari 1:

Cara Pertama

:nth-child(n)Ā merupakan selector untuk memilih element anak, pada kasus ini kita pakai table yang didalamnya terdapat element memiliki anak. Nilai nĀ bias berupaĀ keyword,Ā angka, maupun formula. Untuk keywordĀ oddĀ berfungsi untukĀ memilih element anak pada urutan ganjil (dimulai dai 1), sedangkanĀ evenĀ memilih element anak pada urutan genap. Apabila diisi dengan angka maka akan memilih element anak yang terletak pada urutan ke-angka yang kita masukkan. Untuk formula kita bisa menggunakan variable n.

Sepemahaman saya n ini bisa kita analogikan dengan suku index ke-nĀ namun secara default dimulai dari 0 (mohon koreksinya). Misalkan 2n akan memilih element anak pada urutan ke-0 (2*(0)=0) / baris 0 tidak ada, ke-2 (2*(1)=2); ke-4 (2*(2)=4) dst kelipatan 2. Bisa kita custom misal kelipatan 3, selector akan bekerja mulai dari urutan ke-3 berlanjut ke 6 9 12 dst. Namun apabila ingin memilih baris ganjil saja, kita bisa menggunakan formula 2n+1 => 2(0)+1=1; 2(1)+1=3; 2(2)+1=5; dst.

Cara Kedua

Semoga bermanfaat šŸ˜€

Cara Menyemai Benih (Pakcoy) yang baik

Cara Menyemai Benih (Pakcoy) yang baik


Sebagai mahasiswa pertanian rasanya kurang afdhol kalau belum memposting bagaimana caranya menyemai benih. Hal ini merupakan skill dasar yang harus dimiliki oleh seorang petani, botanis, dan anda berkegiatan basis pertanian. Sewaktu di bangku kuliah dulu saya sempat bingung mengenai benih dan bibit, ternyata keduanya berbeda. Mungkin banyak orang men-satu artikan benih dan bibit dan tetap memiliki arti sama karena hal yang dimaksud kebetulan sama. Benih identik dengan biji, dimana biji merupakan hasil dari proses reproduksi tanaman pada fase pembungaan dimana biji terbentuk karena bertemunya sel betina dengan jantan (penyerbukan). Singkatnya Continue reading “Cara Menyemai Benih (Pakcoy) yang baik”

Musuh baru tanaman Salak


image

Gambar diatas merupakan dokumentasi satu-satunya sewaktu silaturahim tanggal 22 Juli ke desa Manggis, terletak di kecamatan Leksono kabupaten Wonosobo. Sepanjang perjalanan kesana banyak melewati kebun salak, hawa sejuk terasa sekali ketika sinar matahari hanya sedikit sekali melewati celah pohon salak. Baik berangkat maupun pulang, karena tidak lewat jalan yang sama, kanan kiri jalan terhampar langsung kebun salak, bak tembok hampir sempurna seperti melewati dinding gua.

Disela-sela percakapan dengan mbah Dul sedikit menyinggung keresahannya sebagai petani salak. Hasil panen kali ini kurang bagus, kecil-kecil, rusak, dan bahkan tak ada buahnya. Maklum, salak menjadi Continue reading “Musuh baru tanaman Salak”

Bakso ayam Pak Tholib


Bakso ayam pak Tholib
Bakso ayam pak Tholib

Pagi-pagi begini paling enak makan bakso. Seger. Disaat ibu belum matengan ya cocok sekali. Sudah lama tidak makan baksonya pak Tholib. Mungkin sudah dua tahun sejak kuliah di Solo, jarang di kampung lama jarang pula ketemu pak Tholib.

Rasa bakso ayam pak Tholib boleh diadu. Pasalnya campuran daging ayamnya sangat berasa. Tak tanggung-tanggung, yang dijualpun hanya bakso dan kuahnya. Kalo diperhatikan foto diatas, jelas sekali tidak ada mie, tahu, pangsit atau yang lain. Cocok untuk penikmat bakso sejati. Sayangnya ukuran bakso seragam, seukuran bulatan memakai sendok makan. Tidak ada yang lebih besar atau ukuran jumbo. Soal harga sih anak kospun ketagihan. Tiga ribu rupiah sudah satu mangkok. Saya mencoba menghitung jumlah baksonya ternyata ada Ā±15. Berarti untuk satu butir baksonya dihargai Rp. 200. Murah kan?

wpid-img_20150726_075224.jpg