Hunting Orchids #1 Kuburan: Surganya Anggrek Liar


Anggrek liar dendrobium

Setidaknya di daerah saya sekitar radius 15 – 20km. Salah satu hal yang memunculkan ide untuk saya berburu anggrek liar adalah ketika melihat pohon besar di pinggir jalan dan di pekarangan rumah-rumah tetangga, entah itu pohon nangka, mahoni, pinus, dsb yang tidak bisa saya sebutkan namanya ternyata masih banyak menempel anggrek-anggrek liar yang bunganya memang kurang menarik tapi tetap cantik kalau menurut saya.

Jadi, hari minggu kemarin saya memutuskan untuk berkeliling ke hutan-hutan terdekat dengan vegetasi yang lebat dan saya perkirakan masih banyak ditumbuhi anggrek. Hanya berbekal kamera Hp seadanya untuk sekadar mengabadikan temuan. Sayangnya, beberapa lokasi yang masih satu kecamatan sudah tidak memiliki hutan asli dengan vegetasi pohon-pohon tua beraneka macam, rimbun dan lebat. Kebanyakan yang ada hutan produksi masyarakat setempat dengan mayoritas pohon yang ditanam adalah sengon, jenitri, albasia dan ada beberapa terlihat surian. Ekologi didaerah saya memang sangat cocok dengan sengon. Apalagi lokasinya didaerah perkampungan dekat sungai dan agak berbukit.

Sehingga apa yang saya cari tak bisa ditemui. Bagaimana anggrek mau hidup dan berkembang menyebar dengan baik sedangkan habitatnya sendiri sudah tidak dapat menunjang kelangsungan hidupnya? Terlebih dengan siklus yang cukup pendek ±5 tahun pohon ditebang akhirnya anggrek yang sudah terlanjur menempel akan rusak dan mati di atas tanah. Berbeda dengan pohon-pohon besar dipinggir jalan, sampai bertahun-tahunpun kemungkinan tidak akan ditebang kecuali sudah tua, rapuh dan membahayakan pengguna jalan dan instalasi kabel.

Akhirnya saya memutuskan untuk menyambangi kuburan-kuburan di daerah tersebut, dekat juga dengan hutan dan ladang warga. Terhitung ada lima kuburan yang saya kunjungi. Hanya ada satu kuburan yang 80% datar, lainnya nanjak bertingkat seperti terasering lah. Mungkin anda sudah bisa membayangkan bagaimana kondisi dan suasana kuburan di pedesaan. Banyak pohon beringin tua, rimbun, agak gelap, lembab dan banyak suara serangga dan burung. Namun tidak sepenuhnya seperti itu, karena pohon beringinpun sudah mulai ditebangi dipangkasi supaya suasana kuburan terang waktu siang.

20190414_094132

Dan benar saja, disitu banyak terdapat anggrek-anggrek liar yang satu pasti saya bisa sebutkan adalah dari jenis Dendrobium dan Grammatophyllum / Cattleya kalau tidak salah (mohon koreksinya apabila ada pembaca yang tau jenisnya.. hehe). Padahal saya sangat mencari-cari dari jenis Vanda tapi tak ditemui juga. Hampir setiap pohon yang saya amati ada anggreknya menempel disitu, tak peduli pohon itu sudah besar ataupun hanya sekedar pohon tanaman hias dengan batang masih sebesar jari tangan. Mungkin tempat seperti ini akan banyak ditumbuhi anggrek jika tidak banyak tangan-tangan jahil, entah itu mengambil anggrek atau merusak/menebangi pohon-pohon dikuburan. Karena disitu juga saya melihat ada ranting yang baru saja dipangkas dan terdapat anggrek sehingga sayang sekali kalau sampai anggreknya mati terinjak-injak dan membusuk di tanah.

Sayangnya lagi, ketika saya berburu anggrek ini sudah kelewatan waktu berbunganya. Padahal bunga-bunga anggrek liar ada yang wangi bangeeeet. Hanya ada bekas-bekas tangkai bunga dan buah yang jadi. Agak kecewa sebenarnya, tapi melihat bentuk anggreknya saja sudah menawan, apalagi terlihat segar dan membuat betah berlama-lama ngelamun di kuburan 😊

Berikut ini hasil temuan saya, selamat menikmati.

IMG-20190414-WA0006IMG-20190414-WA0025IMG-20190414-WA004820190414_102457IMG-20190414-WA0008IMG-20190414-WA0050IMG-20190414-WA0056

IMG-20190414-WA0015
Anggreknya ngumpet

IMG-20190414-WA0029IMG-20190414-WA002720190414_101853

IMG-20190414-WA0019
Masih kecil neeeh

IMG-20190414-WA0017IMG-20190414-WA0036IMG-20190414-WA0044Untitled-1

Ini bukan anggrek
Bukan anggrek si, biar ada warna aja

IMG-20190414-WA003420190414_104219

20190414_110000
Pengen mandi di kali tapi habis ujan neeh, butek 😦

Pengalaman Pertama Menanam Anggrek Botol (Dendrobium)


Anggrek-botol-dendrobiumSebenarnya  saya agak kecewa dengan anggrek botol dendrobium yang saya beli via online. Seperti penampakan diatas, media dan tanamannya menggumpal. Awalnya menggumpal dibagian bawah tutup botol pas dan di bagian botol bawah. Padahal secara kualitas bibit anggreknya bagus, lebat dan akarnya rata-rata berjumlah ±3 dan kelihatan sehat-sehat. Packingnya juga sudah baik, berbubble wrap. Saya menduga penyebab seperti itu adalah di bagian pengiriman yang meletakkan paket dengan seenaknya sehingga media dan tanamannya seperti habis kekocok, paket kebolak-balik sehingga seperti itu penampakannya. Resiko membeli tanaman via online memang biasanya di bagian pengiriman, beruntung botol tidak pecah dan tanaman kelihatan segar. Tapi tak apalah, karena saya agaknya males komplain dan tanaman nampak masih bisa terselamatkan 😀

Deskripsi spesies dendrobium yang tertera adalah sebagai berikut:

D. larat x D. leporinum

Kupu-kupu, ungu, lidah ungu x Bintang melintir, putih gurat ungu, lidah putih gurat ungu

Penyiapan Media Tanam

Langkah pertama yang saya lakukan sebelum menanam anggrek tentunya adalah menyiapkan media tanam berupa arang dan pakis cacah. Untuk komposisi kira-kira 2/3 arang dibagian bawah dan 1/3 pakis cacah diatasnya. Dalam hal menanam anggrek saya termasuk baru, hanya mengandalkan browsing sana-sini untuk pemilihan media. Bagusnya untuk anggrek yang baru keluar botol adalah dengan memakai media moss dan/akar kadaka karena teksturnya yang lembut baik untuk akar dan menjaga kelembaban. Next time lah saya coba memakai moss karena sudah terlanjur memakai pakis.

Saya mencoba memanfaatkan barang bekas untuk pot, sayang kalau mau beli baru sedangkan barang lama masih bisa dipakai. Selain itu saya mencoba menggunakan besek sebagai pot. Saya ingin melihat hasil perbedaannya menanam di pot plastik biasa dan besek karena dari segi aerasi dan drainasi sangat jelas berbeda. Namun tidak seperti pot plastik, besek cepat rusak, lapuk mudah terdegradasi karena organik.Anggrek-botol-pakis-arang-dendrobium

Mengeluarkan Anggrek dari Botol

Beberapa alat yang perlu dipersiapkan sebelum mengeluarkan anggrek dari botol adalah nampan/baki dan kawat dengan ujung dibengkokkan seperti mata pancing. Udah itu aja dua cukup 😀

Untuk mengeluarkan anggrek dari botol adalah terlebih dahulu dengan memasukkan air kedalam botol sampai memenuhi 3/4 volume kemudian digoyang-goyangkan sampai beberapa bibit dan media terlepas, bahasa jawanya “ambyar”. Kalau terlalu sedikit air yang dimasukkan takutnya bibit rusak, sedangkan kalau airnya penuh media dan bibit susah ambyar. Air berserta rontokkan media kemudian dibuang. Langkah ini dilakukan sampai 2 kali atau seperlunya saja.

Setelah kelihatan bibit mudah diambil, kawat tadi digunakan untuk menarik bibit keluar dari botol dalam kondisi masih terdapat sedikit air pelan-pelan dan tidak dipaksakan apabila tidak muat karena ada beberapa bibit yang masih menggerombol. Takutnya bibit rusak, daun patah ataupun akarnya putus. Alon-alon asal kelakon. Setelah bibit berhasil dikeluarkan segera saya cuci dengan air bersih mengalir agar media yang menempel hilang. Sisa media bisa menjadi sarang jamur dan bakteri.Anggrek-botol-nampan-dendrobium

Perlakuan Fungisida

Saya bilas bibit anggrek dua kali untuk memastikan bersih dari sisa media. Langkah selanjutnya adalah merendam bibit dalam fungisida untuk mengantisipasi serangan jamur ketika ditanam. Seperti kita ketahui bahwa tanaman kultur jaringan yang baru saja keluar dari “zona nyaman” sangat rentan terhadap kondisi lingkungan luar baik lingkungan biotik maupun abiotik sehingga diperlukan proteksi dan aklimatisasi agar dapat beradaptasi dengan baik. Apalagi akar dalam kondisi lembab dan belum berfungsi dengan baik pada lingkungan aslinya akan mudah terserang penyakit. Perendaman saya lakukan sekitar <10 menit. Baiknya perendaman mengikuti anjuran yang diberikan dalam kemasan fungisida.Anggrek-botol-dendrobium-fungisida

Meniriskan dan Menyeleksi Bibit yang Baik

Setelah direndam dalam fungisida, bibit segera ditiriskan diatas kertas HVS ataupun kertas koran, bebaslah. Lama waktu ditiriskan ±5 menit. Selama waktu meniriskan juga bisa digunakan untuk memilah-milah bibit yang baik dengan ukuran yang tidak terlalu kecil untuk ditanam. Dilihat pula kondisi akarnya karena beberapa ada yang patah/putus.Anggrek-botol-tiriskan-fungisida-perbandingan-besar

Menanam Anggrek pada Compot

Compot (Community pot) merupakan pot yang diisi dengan beberapa tanaman. Menanamnyapun saya lakukan ekstra hati-hati karena kondisi bibit yang masih rentan dan akarnya terlihat lunak sekali. Satu botol bibit anggrek dapat berisi sampai ±50 tanaman.

Menanam bibit dalam compot dapat menghemat tempat karena ukuran tanaman masih kecil dan belum membutuhkan pot individual. Setelah bibit tumbuh dengan baik dan compot terasa sesak barulah masing-masing tanaman dipindahkan kedalam pot seedling satu pot satu tanaman. Dari beberapa referensi yang saya baca butuh waktu sekurang-kurangnya empat bulan bibit anggrek siap pindah ke pot seedling. Sedangkan sampai dewasa bisa berbunga rata-rata membutuhkan waktu ±2 tahun meskipun ada sumber yang mengatakan bisa satu tahun kurang tergantung perawatan.

Jadi sepertinya memang saya harus bersabar selama dua tahun dari sekarang 😀 Grow well kids.Anggrek-botol-compot

Kangen Gunung atau Hanya Kangen Ketemu Dia di Gunung?


Sudah lama sekali saya nggak naik gunung, sampai lupa rasa dinginnya udara diatas 2k mdpl. Males juga sebenarnya karena sekarang gunung sudah seperti pasar pas weekend, apalagi gunung dengan ketinggian dibawah 3k mdpl, rame. Naik gunung sudah menjadi hal biasa. Padahal filosofi orang naik gunung kan mencari ketenangan. Tapi tak apalah demi mengobati kangen muncak, rencana tanggal 27 April besok tipis-tipis ke Gunung Ungaran yang tidak terlalu tinggi dan hanya memakan ±4 jam sampai ke puncak. Bagi pembaca yang ingin ikut silahkan bisa bareng sama saya dari Wonosobo ataupun sama 4 teman saya dari Solo 🙂 Nanti kita ketemuan di daerah Bawen. Barangkali ada yang minat hehe..

Medsos Penuh dengan Postingan Kucing, Why?


cat

Ini sebenarnya curhat saja. Artwork kucing diatas saya buat hasil dari keresahan saya ketika browse feed ige banyak yang ngepost foto ataupun video kucing. Story temen-temen juga sama saja semuanya kucing. Bahkan status di whatsapp pun marak pasang video kucing. Ada apa dengan ramadhan kali ini? Sepertinya sedang demam kucing. Apa saya melewatkan sesuatu? mungkin kemaren-kemaren hari kucing sedunia begitu? mungkin. Please somebody tell me what happen!! 😀

Sempat saya menerka-nerka alasan mereka lagi sering bermain dengan kucing dan mengapa mereka posting serba kucing, mungkin ada beberapa nih:

1. Jomblo

Karena kesepian akhirnya bermain-main sama kucing, soalnya gada doi yang bisa dimainin

2. Puasa Pacaran

Karena ramadhan akhirnya mencoba meninggalkan hubungan sesaat, intens berduaan dikurangi. Akhirnya yang bisa dilakukan berduaan dengan kucing yang lucu, menggemaskan. Bebas meng-elus elus, peluk dan tiduran, cakar-cakaran, cokot-cokotan, dsb

3. Ngabuburit

Killing time dengan mengajak kucing kesayangannya jalan-jalan boleh laah. Atau, sekedar berduaan dikamar hanya untuk mengalihkan perhatian perut yang sudah mulai rewel padahal baru jam 3 sore.

4. Cats Lover

Kalau ini mah sudah pasti

5. Pereda Stress

Yang ini kata temenku yang komen di ige, saya menebak dia sedang stress karena tugas akhir. Atau bisa juga stress karena terlalu lama menjomblo, mungkin 😅

Mencari Inspirasi atau Meningkatkan Mood?


Untitled-1-1Apa sih perbedaan inspirasi dengan motivasi? saya sebenarnya kurang begitu paham, hanya mungkin mereka adalah suatu hal yang mendorongan seseorang untuk melakukan atau membuat sesuatu. Setiap orang pasti memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan inspirasi/motivasi. Kalau saya lebih ke indera penglihatan dan suasana lingkungan sekitar. Adapula orang lain yang lebih ke indera pendengaran dan perasa, mungkin.

Ketika akan memulai mengerjakan skripsi contohnya, saya sering bingung apa yang harus ditulis dan apa yang harus dibahas. Referensi? apasaja data pendukungnya dsb sering sekali sulit didapat. Biasanya saya langsung buka corel dan browse google image. Alasannya, jenuh dengan huruf-huruf, angka dan kalimat. Karena saya tidak memiliki bakat menggambar dari nol jadinya hanya trace gambar. Entah mengapa bermain dengan pen tool sangat mengasyikkan dan ketika sudah menjadi suatu objek rasanya puas. Meskipun hanya simpel seperti gambar mbaknya diatas.

Setelah selesai, mood saya langsung membaik dan fresh. Tidak semua jenis gambar saya trace, sebagian besar gambar cewek. Ya seperti postingan saya sebelumnya, karena wanita adalah objek yang paling menarik. Meskipun simpel, mengubah gambar menjadi vector (meski outputnya tetep bitmap) menjadi lebih menarik, menurut saya, karena menggunakan warna solid dengan sedikit transparansi.

Setengah tahun yang lalu juga cara yang sama berkaitan dengan indera penglihatan, sebelum proposal saya naik ke G. Ungaran. Saat jenuh di lingkungan kampus memang paling tepat keluar sebentar bersama teman menikmati keindahan alam. Harapannya setelah itu bisa semangat lagi menyusun proposal.

Sebenarnya saya juga bingung mau melanjutkan kalimat apa dipostingan ini karena sekarang ini memang sedang jenuh dengan bab empat 😅

#curhat

Recording Screen Activity Cukup Memakai Ms. Power Point


untitled.jpg

Kalau anda ingin merekam aktivitas screen di pc (misalnya turotial, menggambar/mendesain, dsb) tapi males nginstal aplikasi video editor yang memiliki fiture screen record mending manfaatkan aplikasi yang ada seperti Ms. Power Point. Saya kira kebanyakan pengguna pc di tanah air mayoritas menggunakan OS Windows dan sangat familiar dengan Microsoft Office. Saya juga baru tahu ini ternyata di Ms. Power Point terdapat fiture screen record. Lumayan lah daripada harus menginstal aplikasi baru dan menambah beban ram.

Fitur record screen ini terdapat pada menu tab Insert berada di pojok kanan atas. Caranya mudah, tinggal set / select area yang diinginkan untuk direkam. Kalau saya sih biasanya full screen. Untuk berhenti merekam bisa dengan mengarahkan pointer ke atas tengah untuk memunculkan tombol atau dengan menekan window logo key + shift + Q. Setelah merekam apabila ingin disimpan dalam bentuk file media langsung klik kanan saja hasil rekaman tadi kemudian pilih Save Media As. So easy 😀

First Time Naik Pesawat Citilink Airbus A320-200


Pesawat Airbus A320 maskapai Citilink ( Foto: Antara / Nyoman Budhiana )

Maskapai penerbangan yang satu ini merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia. Citilink memang terkenal dengan Low Cost Airline (2011-2016 berturut-turut mendapat award Leading Low Cost Airline) dan sampai saat ini menjadi favorit diantara Batik dan Lion air. Ini hanya menurut saya si karena ketika di bandara paling sering mendengar panggilan untuk tiga maskapai ini 😀 dan ketika di pesawatpun penumpangnya full.

Secara keseluruhan pelayanan didalam pesawat baik lah. Seat 3-3 yang cukup nyaman dan pramugari cantik-cantik, sayangnya ketika memberi arahan keselamatan penerbangan suaranya kurang keras dan terputus-putus seperti belum hafal jadi terkesan kurang profesional. Dan yang cukup kreatif, dikalimat penutup sering menggunakan pantun, nice lah. Tidak sengaja juga (harus malah) saya memperhatikan alat peraga oxygen masknya kok terlihat kotor dan lecek, duh kasian mbaknya pramugari cantik harus memberi contoh memakainya ketika demo keselamatan.

Namun pengalaman yang paling menjengkelkan adalah delay. Pertamakali naik citilink dan langsung terkena delay, tidak tanggung-tanggung pp Solo-Jakarta pertama delay ± 1,5 – 2 jam dan kedua 30 – 45 menitan. Niatnya kepingin cepet karena keburu dengan acara yang mepet akhirnya telat juga. Padahal cuaca dari Solo bagus sedangkan dari Halim hujan deras. Berangkat tanggal dua pagi dan pulang tanggal 3 sore. Dari pengeras suara di ruang tunggu katanya sih delay karena masalah operasional tapi kok masalahnya sama pulang pergi, jadi heran.

Selfie dulu
Bandara Adi Sumarmo: Welfie dulu ditengah kebosanan menunggu

Harapannya sih kedepannya citilink bisa lebih baik lagi apalagi harga tiketnya terjangkau. Harga murah tapi sering nggak ontime ya otomatis customer akan pikir-pikir ulang untuk memilih maskapai penerbangan lain karena yang paling utama dari menggunakan angkutan udara adalah kecepatan dan ketepatan waktu, pelayanan dan tarif nomer tiga sepertinya. Semoga next time bisa naik citilink lagi tanpa terkena delay.