Belajar 4’M

Assalamu’alaikum alll

Kali ini, tulisan yang saya sajikan sangat tidak bermutu dan mohon maaf, karena terkesan juga kekurangan ide dan kata-kata. Jadi, silahkan saja dibaca

Biasanya apa yang sering kita dengar dari kesan pertama orang terhadap kekagumannya pada apa yang dilakukan orang lain. Atau takjub melihat hasil yang diperoleh orang lain. Astaghfirullah-kah, innalillahi ? Subhanallah, weijan, gila, atau wah-wah-wah. Ingat, pertanyaan saya adalah secara umumnya.

Sebagai contoh, lengkapi kalimat dibawah ini dengan menu jawaban diatas yang tepat.

. . . . , motornya keren abis.

. . . . . . , dia sampai makan jantung ayam mentah-mentah

. . . . . . . . ., mau apa dia sampai-sampai koprol jungkir balik begitu ?

Dan ternyata kata yang dilontarkan orang itu berbanding lurus dengan kenyataannya. Ya, orang hebat ternyata gila semua. Dan kebanyakan orang hebat dan sukses hidupnya gak normal. Dalam artian tidak sama dengan kebanyakan orang biasa. Tapi ingat, didunia ini gak ada orang gila *ini beneran gila* yang hebat.

Eits, tunggu dulu. Gila yang saya maksud disini yaitu aneh. Bukannya orang gila (beneran) itu hidupnya aneh, seperti buang kotoran sembarangan, nyengar-nyengir dan lain sebagainya. Tapi anehnya orang hebat masih diimbangi dengan logika akal sehat. Dan juga kemasuk akalan dalam menjalani sesuatu.

Mau tahu resep menjadi orang hebat, simak beberapa point dibawah ini, (ini menurut guru penjas saya lho, dan beliau juga gila abis J bahkan kelas yang diajarnyapun sampai menjadi kelas gila, hhe)

Yang pertama, Meniru

Tahu SBY. Dia adalah sosok yang besar tinngi dan emnjadi orang nomor satu di Indonesia. Ya, dia adalah presiden ke-6 untuk Indonesia yang sampai dua periode memikul amanat sebagai pemimpin di Negara ini.

Sebagai contoh kecilnya saja, ketika anda lahir apakah anda langsung bisa berjalan?, tidak bukan. Dan setelah beberapa tahun bisalah anda berjalan. Apakah itu hanya karena usaha keras anda, tentu tidak. Kita bisa berjalan layaknya manusia normal karena kita terbiasa meniru kebiasaan orang berjalan. Contohnya orang tua, kakak, paman, bibi, dan orang lain. Namun ketika manusia dibesarkan tidak dalam lingkungan manusia normal maka cara berjalannyapun tidak seperti manusia. Lihat aja tarzan. Kita lihat dia sering merangkak padahal sudah besar. Itu anggapan manusia, tapi menurut dia, begitulah cara berjalan yang baik dan benar karena dia meniru binatang (gorila) yang dianggapnya sebagai orang tua. Begitulah cerita tarzan.

Lanjut yang kedua, yaitu Mencontek

Siapa yang belum pernah mencontek? Hebat kalau anda palah sering mencontek. Kenapa.karena mencontek itu adalah insting/naluri manusia ketika dia tidak mampu melakukan sesuat. Seperti halnya dalam pelajaran. Ketika diberi tugas, mencontek gak masalah kok. Bukannya kita bisa menguasai pelajaran juga karena pertama mencontek apa yang disampaikan guru.

Tapi ingat, ketika berada pada level ulangan/ujian, buang jauh-jauh pikiran untuk mencontek. Karena kita harus menghargai waktu yang diberikan untuk kita agar benar-benar fight dengan apa yang ada dihadapan kita. Juga, waktu tersebut harus digunakan untuk bisa membuktikan bahwa tanpa orang lainpun kita bisa.

Menjiplak,

Sama sebenarnya, cuman  meniru dan mengamalkan pada tempat lain. Seperti halnya menjiplak gambar yang tersalin ke buku lain. Diharapkan setelah bisa meniru dapat mengaplikasikan ilmunya ketempat lain yang lebih membutuhkan. Toh kita bisa melakukan segala hal buah dari menjiplak perilaku orang disekitar kita, kan?

Mengcopy Paste,

Dijaman semodern sekarang ini, mengcopy paste adalah hal yang biasa sekali. Ada tugas, search aja di Google, browsing dan tnggal copy paste saja. Bahkan ada yang sampai tidak baik dan merupakan kejahatan jika sampai dianggap membajak. Hati-hati. Tapi klau masalah ilmu, di copy pastepu palah justru akan bermanfaat dan menyebar luas. Tidak ada salahnya bukan.

Tapi sekali lagi, jika kita berada di saat sesuatu sedang menuntut kemampuan yang sebenarnya dan keorsinilan dari karya kita, jangan dipraktekan 4 hal diatas. Bisa berbahaya dan mencelakakan. Tapi cukuplah hanya sebagai bahan referensi, jangan sampai menjiplak / mencopy paste. Meniru tidak apa asal hasil tidak sama persis atau 95% buah tangan sendiri. Dan ketika itu tidak bisa dilakukan/ditiru orang lain, itulah anda yang sebenarnya.

Wassalamu’alaikum wr.wb

 

 

 

 

   Diskusi, mencontek pikiran orang lain

jangan seperti ini tapi !!

Advertisements

4 thoughts on “Belajar 4’M

Comments are closed.