[Puisi] Maaf

Maaf

oleh: junaidi m

Perkataan tiada henti terlontar
Cacian, makian, hinaan, bukan itu
Sepotong kata lekat kuingat
Disaat kelemahan tubuhmu, sahabat

Kukira, ragamu sekuat jiwamu
Setegar hatimu
Sesegar otak pikiranmu
Menyejukkan, begitu terasa

Tak kusangka, sungguh aku tiada mengira
Pandangan yang mulai menyenja
Semerah disaat petang mulai membayang
Namun tetap cerah, terang dan anggun

Tunggu dulu
Jangan kau cepat hilang tertelan
Aku disini, sudah disini dan masih disini

Terlambat
Seharusnya maaf itu keluar dari mulutku

Kenapa sahabat
Justru kau, kamu

Maaf atas semua khilaf
Kekecewaan yang tiada bisa kuredam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s