[Puisi] Panas

Lembutnya angin menerpa di kala senja
Tenang melewati kulit
halus
Damai serasa

Mengalahkan panas kuning cahaya matahari
Pada puncaknya
Hari ini adalah cahaya terpanas
Mungkin esok tidak lagi

Akan ada yang lebih panas, menyengat
Menghitamkan kulit
Bahkan angin tak mampu meredakannya
Terlalu memanggang
Seperti sate

Ya
Manusia akan seperti sate
Terpanggang
Kemudian terbakar
Tak lebih berubah seperti arang, rapuh

Apa bisa di perbuat
Terlanjur
Bumi akan tarus tergelincir
Sampai manusia benar-benar sadar pada apa mereka berpijak

Seharusnya bukan seperti ini yang diinginkan
Bangunlah
Tugas kita tidak hanya menunggu

Karena kehancuran sudah didepan mata
Membuatnya melambat, hanya itu yang bisa

Advertisements

2 thoughts on “[Puisi] Panas

Comments are closed.