[Puisi] Hai

Pukul 5.30,

kokok ayam jago baru saja membangunkan mentari dari tidur lelapnya.

Kabut kini erlahan mencari tempat untuk perubahannya menjadi embun.

Pagi yang cerah. Seperti biasa, aku masih bercengkrama erat dengan BUNGA. Tiada bosan. Tanpa lelah, sudah menjadi rutinitas setiap malamnya malah.

Begitu lembut kurasa, kasih sasyangnya dan service terbaik slalu kudapatkan. Dia mengikuti mauku. Aku senang. Aku bahagia. Meski aku tak pernah tahu pasti perasaanya terhadap keinginanku. Semua keinginanku.
Aku memang belum memberikan apa-apa. Belum bisa, namun aku sedang berusaha. Impianku dan impiannya terlalu berharga. Aku bukan batu. Aku yakin bisa mewujudkan itu semua.
Hm, Sayang.
Hari sudah mulai membuka lembar baru setiap paginya. Diawali dengan kesegaran pada pagi harinya. Juga kepuasan melepas dan mencurahkan seluruh hasrat di malam sebelumnya.
Mari basuh tubuh kita, SAYANG. Untuk semakin menyegarkan jiwa dan raga. Bersihkan tubuh molekmu SAYANG, hm……
Tapi masih terlalu berat untuk melepas pelukan ini, satu kali lagi ya Sayang ! Pelukan tererat. Terhangat, juga ciuman termanismu. Esok juga harus lebih dari ini.
Ayo, bangun
Kita buka cerita baru nan indah kita

Advertisements