Kenapa Ilmu Tanah `Penting` dipelajari ?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Em, lagi asyik – asyiknya belajar & ngebayangin tanah , kepikiran juga buat nge-post apa yang aku baca terutama otomatis yaitu tentang Kenapa ? Lho,

Ilmu tanah di Agroteknologi merupakan mata kuliah wajib bagi setiap kelas di semester awal ini, untuk selanjutnya kurang tau juga tapi semoga ada terus. Mau gak mau bertani harus berkutat dengan tanah, mempelajari, menganalisa dan merekayasanya sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Meski begitu tolong jauhkan persepsi anda kalo petani itu identik dengan ke-kumuh-an. Singkirkan itu. Namun bertanipun sekarang ada juga kok yang gak pake tanah : ada yang aero, hidro dsb sehingga bertanipun tak sesempit pengetahuan masyarakat awam. Tapi kembali lagi ke hakikat asal hidup tumbuhan/tanaman pada umumnya aja ya.

Oke, berhubung besok senin aku mau UKD (istilah ulangan kalo di.SMA) langsung capcus aja ke pokok pembahasan Kenapa Tanah Penting dipelajari? ada yang tau kenapa?

Tenang, sebentar lagi akan tahu.

1. Pertumbuhan penduduk lebih besar dibanding sumberdaya tanah yang diusahakan. Jelas sekali bahwa penduduk selalu tambah namun lahan tidak bisa bertambah. Artinya bahwa lahan yang dikelola untuk keperluan pertumbuhan penduduk dan pertanian tentunya tidak ikut diusahakan kemanfaatannya secara optimal.

2. Penyusutan luas tanah karena pergeseran penggunaan lahan pertanian ke non-pertanian

3. Tanah mempunyai tingkat kesuburan yang berbeda meski iklim dan faktor lain seragam atau sama

4. Pemberian pupuk tidak selalu meningkatkan produksi

5. Banyak faktor didalam tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman

Nah sebagai manusia yang berfikir setidaknya kita harus peduli terhadap tanah karena perannannya yang sangat penting bagi kehidupan kita, mulai dari menumbuhkan sumber pangan bagi makhluk hidup, tempat berpijak dan tinggal makhluk hidup , hingga fungsi lainnya. Apalagi sekarang ini tanah sudah mulai krisis dan kritis. So, setidaknya kita jangan lah menghina-hina tanah tercinta ini dengan meludahinya secara birahi dengan sampah-sampah sisa pembungkus makanan.

NO LITTERING !

Advertisements