Grojogan Sewu Waterfall

Hari rabu, tanggal merah 9 April 2014 merupakan hari yang pas bagi Bus Lovers untuk jalan-jalan. Secara mendadak aku dan dua rekanku, panggil saja Lucky dan Nana memutuskan untuk pergi ke Tawangmu. Plan A kita mau naik bus jurusan Solo-Tawangmangu, namun bus yang ditunggu tak kunjung datang. Plan B kita naik angkot ataupun bus arah Karanganyar, ternyata sama saja. Pantes lah hari itu sedang ada Pemilu Caleg.
Setelah menunggu kurang lebih satu setengah jam akhirnya ada bus yang rada longgar juga, meski harus tetap berdesakan berdiri si. Segera kita isi ke-riweh-an ini dengan obrolan-obrolan tak bermutu. Kadang membuat otak harus berpikir sebelum ketawa dan bahkan kadang jadi galau. Ah lupakan.
@luckylhap @socapraba
Tawangmangu merupakan daerah dataran tinggi di Karanganyar dengan sederet objek wisata andalan melimpah disana. Biasa lah objek wisata didataran tinggi rata-rata hampir sama.
Sepanjang perjalanan tiga Bus Lover sdisuguhi dengan pemandangan pedesaan berupa hamparan sawah dan kebun. Hijau. Ini asset berharga Karanganyar yang harus tetap dilestarikan. Apalagi sekarang banyak penduduk bertambah dan lahan dialih fungsikan. Jangan sampai lah. Paling tidak diminimalkan.
Kebun Tebu Karanganyar
Perjalanan kita kurang lebih dua jam. Dari solo (depan UNS) sekitar jam sepuluh dan sampai di Tawangmangu pas kumandang adzan dhuhur. Sebelum lanjut kiat sholat terlebih dahulu.
Nah, bagiku yang baru pertamakali mengadakan perjalanan sendiri bersama ini (tidak ikut dalam rangkaian acara biasanya) sampai di Tawangmangu malah bingung, kita ini sebenarnya mau kemana sih? 😀 di perjalanan kami melihat beberapa arah objek wisata, namun jaraknya jauh-jauh dan harus pake kendaraan, mana uang tipis lagi ..haha akhirnya aku Tanya ke salah satu pengunjung disana. Dia sering juga kesini katanya, didekat sini (dari terminal Tawangmangu) ada objek terdekat yaitu Grojogan Sewu. That’s Waterfall. Yep, itu si keren. Dari terminal kea rah utara dan ada pertigaan atau gang ukuran dua meteran beraspal di sebelah kiri jalan. Lurus terus dan jika ada pertigaan ambil lurus. Oke.
Grojogan Sewu Tawangmangu
Saranku, ketika dapet itu jalan, ikuti aja penunjuk arah yang sudah bercecaran di sepanjang jalan (biasanya di persimpangan jalan agar memudahkan tourist). Meski beberapa kali tanya sama orang desa apakah jalan yang kita ambil ini benar. Optimis.
Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan pedesaan seperti biasa. Gunung-gunung di kejauhan, lembah, gereja, villa-villa yang mulai menjamur dan yang ini kita disambut oleh Yellow Sakura (Cuma sebutan kami saja).
Yellow Sakura @socapraba @luckylhapYellow Sakura @luckylhap
Jarak sampai ke loket II sekitar 1.5 – 2 km. lumayan. Sampailah kita di pintu masuk. Ada parkiran mobil, kuda, sepeda, orang (nggak perlu banget) dan orang yang menjajak jajanan dipinggir jalan.
Setelah masuk area wisata, ternyata tidak langsung air terjun yang disuguhkan, melainkan taman nan indah tertata rapi dengan jalanan bebatuan menanjak. Terlihat sungai setelah melewati pintu masuk, pertanda air terjun sudah dekat (pikirku). Namun ternyata harus ada sedikit perjuangan untuk dapat menjamahnya.

Katak vs Kobra
Berjalan sekitar lima belas menit santai menikmati sekeliling, terlihat juga pedagang sate (sate kelinci juga ada), bakso, dan makanan lain. Setelah sampai… foto dulu 😀 taraaaaa.
@junaidimunto @luckylhap @socapraba@luckylhap @socapraba @luckylhap @socapraba

Photos_013 Photos_014

The Grojogan Sewu Waterfall
Grojogan SewuGrojogan SewuGrojogan Sewu @socaprabaGrojogan Sewu @junaidimunto
Tingginya sekitar lima puluh meter kurang. Airnya sangat deras dan jangan coba langsung terkena dibawahnya. Dari jarak lima belas meter saja deburan air membasahi pengunjung. Selain karena derasnya air yang jatuh, anginnya juga lumayan kencang. Berhati-hati saja jika mendekat, bebatuan menghadang. Tapi harus coba mendekat dan rasakan sensasinya. 😀
Bus Lovers won’t stop here..

Advertisements

4 thoughts on “Grojogan Sewu Waterfall

Comments are closed.