Musuh baru tanaman Salak

image

Gambar diatas merupakan dokumentasi satu-satunya sewaktu silaturahim tanggal 22 Juli ke desa Manggis, terletak di kecamatan Leksono kabupaten Wonosobo. Sepanjang perjalanan kesana banyak melewati kebun salak, hawa sejuk terasa sekali ketika sinar matahari hanya sedikit sekali melewati celah pohon salak. Baik berangkat maupun pulang, karena tidak lewat jalan yang sama, kanan kiri jalan terhampar langsung kebun salak, bak tembok hampir sempurna seperti melewati dinding gua.

Disela-sela percakapan dengan mbah Dul sedikit menyinggung keresahannya sebagai petani salak. Hasil panen kali ini kurang bagus, kecil-kecil, rusak, dan bahkan tak ada buahnya. Maklum, salak menjadi tumpuan ekonomi keluarga mbah Dul. Alhamdulillah bertepatan dengan lebaran Idul Fitri harga salak sedikit menolong meski tak banyak. Selain itu saingan dengan buah lain pun tak ada.

Buah dengan nama latin Salacca zalacca di kebun mbah Dul terserang hama bajing dan tikus.  Musuh baru bagi salak. Pasalnya serangan tikus tidak biasa dan baru kali ini terjadi. Tikus menyerang buah salak yang masih pentil atau kecil-kecil, sehingga menyebabkan pohon salak tak ada buahnya, rusak dimakan tikus. Untuk mengatasinya petani harus membungkus calon buah dengan plastik agar terlindungi sampai buah agak besar/keras. Sedangkan untuk bajing masih menjadi hama tetap buah salak.

Menanggulangi hama semakin lama semakin sulit. Berbagai racun hewan (tikus) sudah diterapkan sejak lama, berhasil diawal namun hama menjadi kebal atau mungkin pintar. Pengaplikasian racun tikus dengan memasukkannya pada buah pisang dan diletakkan di areal kebun salak cukup dapat memancing tikus untuk memakannya. Namun hanya efektif membunuh tikus dan bajing diawal, selang beberapa minggu pengaplikasian tidak efektif lagi. Kemungkinan besar musuh alami seperti ularpun justru mati berkurang karena memakan tikus yang mengandung racun. Sekarang justru populasi ular semakin menurun karena dianggap berbahaya. Padahal kalau tidak diganggu, ular enggan menyerang manusia.

Akhirnya, back to nature sebenarnya tak ada salahnya. Contohnya seperti di Bali. Katanya si yang namanya hama tidak sampai parah merusak areal produksi pertanian. Keberadaannya tetap ada namun sedikit karena anggota rantai makanan masih lengkap hasil kearifan lokal untuk tidak membunuh binatang secara sembarangan. Untuk memulainya memang sulit dan butuh waktu lama. Tak usah khawatir, toh impactnya juga untuk jangka panjang. Anak cucu kita.

Apa sih.

Advertisements

2 thoughts on “Musuh baru tanaman Salak

  1. blm update lagi mas bero? btw hama nya dibasmi pake predator alami, digiatkan lagi selain ular kucing juga, atau malah macan sekalian dah (^^ゞ

Comments are closed.