First Time Naik Pesawat Citilink Airbus A320-200


Pesawat Airbus A320 maskapai Citilink ( Foto: Antara / Nyoman Budhiana )

Maskapai penerbangan yang satu ini merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia. Citilink memang terkenal dengan Low Cost Airline (2011-2016 berturut-turut mendapat award Leading Low Cost Airline) dan sampai saat ini menjadi favorit diantara Batik dan Lion air. Ini hanya menurut saya si karena ketika di bandara paling sering mendengar panggilan untuk tiga maskapai ini 😀 dan ketika di pesawatpun penumpangnya full.

Secara keseluruhan pelayanan didalam pesawat baik lah. Seat 3-3 yang cukup nyaman dan pramugari cantik-cantik, sayangnya ketika memberi arahan keselamatan penerbangan suaranya kurang keras dan terputus-putus seperti belum hafal jadi terkesan kurang profesional. Dan yang cukup kreatif, dikalimat penutup sering menggunakan pantun, nice lah. Tidak sengaja juga (harus malah) saya memperhatikan alat peraga oxygen masknya kok terlihat kotor dan lecek, duh kasian mbaknya pramugari cantik harus memberi contoh memakainya ketika demo keselamatan.

Namun pengalaman yang paling menjengkelkan adalah delay. Pertamakali naik citilink dan langsung terkena delay, tidak tanggung-tanggung pp Solo-Jakarta pertama delay ± 1,5 – 2 jam dan kedua 30 – 45 menitan. Niatnya kepingin cepet karena keburu dengan acara yang mepet akhirnya telat juga. Padahal cuaca dari Solo bagus sedangkan dari Halim hujan deras. Berangkat tanggal dua pagi dan pulang tanggal 3 sore. Dari pengeras suara di ruang tunggu katanya sih delay karena masalah operasional tapi kok masalahnya sama pulang pergi, jadi heran.

Selfie dulu
Bandara Adi Sumarmo: Welfie dulu ditengah kebosanan menunggu

Harapannya sih kedepannya citilink bisa lebih baik lagi apalagi harga tiketnya terjangkau. Harga murah tapi sering nggak ontime ya otomatis customer akan pikir-pikir ulang untuk memilih maskapai penerbangan lain karena yang paling utama dari menggunakan angkutan udara adalah kecepatan dan ketepatan waktu, pelayanan dan tarif nomer tiga sepertinya. Semoga next time bisa naik citilink lagi tanpa terkena delay.

Advertisements

4 Pemandian Air Panas di Dekat Pusat Kota Wonosobo


Beberapa hari terakhir ini hujannya luar biasa derasnya, sampai detik ini menulis postingan sambil ditemani hujan, disertai angin kencang. Maklum, masih bulan Januari, biasanya sampai Februari hujan seperti ini akan sering terjadi, kalau tidak hujan deras seketika ya hujan sedeng tapi awet, bisa dari pagi sampai sore. Apalagi di Wonosobo, cuaca cepat berubah karena didaerah pegunungan. Musim hujan begini matahari pagi malas menampakkan diri, mendung bahkan kadang gerimis, jam 10 pagi bisa langsung hujan, rasanya jadi males mandi, dinginnya minta ampun. Kadang 2 hari sampai lupa mandi 😀

Eits, maksudnya mandi air dingin ya, hehe. Alhamdulillah meski di didaerah pegunungan suhunya dingin, sering turun hujan (jadinya tambah dingin) alam telah menyediakan sumber air panas yang bisa dimanfaatkan untuk pemandian air panas, rekreasi ataupun untuk penyembuhan berbagai macam penyakit kulit karna kandungan belerangnya, bisa juga untuk merebus telur dsb 😀 Nah, bagi yang main ke Wonosobo dan kedinginan plus kebetulan tidak singgah di hotel atau homestay bisa nih mampir di 4 pemandian air panas berikut ini, hanya ±4 km dari pusat kota dan ±1 km dari rumah saya.

1. Taman Rekreasi dan Pemandian Air Hangat Kalianget

Judul postingan ini “..air panas..” namun di Kalianget (begitu kebiasaan menyebutnya) memang tidak panas, anget. Taman rekreasi ini dikelola oleh Dinas Pariwisata, didalamnya terdapat taman dengan pepohonan yang rindang dan dulu sempat ada hewan-hewan di kandang, lapangan tenis, lapangan sepakbola, dan kolam renang. Kolam renangnya pun ada dua, 2 kolam air dingin (anak-anak & dewasa) dan 2 kolam air hangat. Terdapat dua loket yaitu pada pintu masuk utama dan pintu masuk kolam renang.

Pintu masuk
Pintu masuk utama. Sumber: jogja.tribunnews.com
Kolam renang air dingin dewasa
Kolam renang air dingin dewasa. Sumber: wonosoboekspres.wordpress.com
Kolam renang air dingin anak-anak
Kolam renang air dingin anak-anak. Sumber: tribunnews.com
Kolam renang air hangat
Kolam renang air hangat. Sumber: wisatawonosobo3.wordpress.com
Belerangnya kerasa
Look! Kuning belerang. Sumber: jogja.tribunnews.com

Satu lagi, jika airnya dirasa kurang panas, bisa langsung menuju ke kamar pemandian air panas yang letaknya diluar kolam renang. Kalau dari pintu masuk utama lurus turun kanan jalan, tepat dibawah pepohonan beringin, tersedia beberapa kamar mandi single yang airnya lumayan lebih panas.

2. Pemandian Air Panas Manggisan

Letaknya di dekat kompleks perumahan Manggisan Baru, tidak jauh dari Taman Wisata Kalianget. Berseberangan persis dengan pintu masuk, jadi kalau dari arah kota ke Dieng pas sebelum Taman Kalianget ambil arah kanan ±2 menit dan inshaallah sudah ada petunjuk jalan Manggisan Baru. Kenapa panas? ya, sumber air panas Kalianget berada sejalur dengan pemandian air panas Manggisan ini. Mungkin air hangat di Kalianget buangan dari sini kali ya 😀 (joke). Pemandian ini termasuk baru dalam pembangunannya dan sudah dibuka untuk wanita, dengan kolam terpisah dan tertutup tentunya. Dulu masih sangat sederhana dan khusus pria karena terbuka. Pemandian ini favorit saya, karena buka 24 jam tak jarang tengah malam kesini berendam sampai pernah pukul 1 😀 Masih dikelola oleh masyarakat setempat.

IMG_20180108_165001
Pemandian Air Panas Manggisan

Terdapat satu kolam outdoor agak besar terbuka dan dua kolam tertutup disebelah utara. Terdapat juga kamar mandi single di bangunan sebelah kiri foto diatas. Lokasi pemandian air panas Manggisan juga memiliki tempat parkir memadai, terdapat juga beberapa warung yang menyediakan aneka jajan makanan seperti tempe kemul, bakwan dsn 😀 Bandingkan dengan awal pertamakali dibuka hanya sebuah kolam outdoor sederhana ditengah-tengah sawah dan khusus pria.

img0230a[1]
Awal-awal dulu, sumber: teddynews
3. Panguman Kali Serayu

Baca saja Tempat berendam di Sungai Serayu. Tepatnya sebelah barat desa saya, Kalibeber. Panguman berasal dari kata kungkum – angum – panguman. Biasanya orang Kalibeber bilang angum atau berendam. Disini mata air panas muncul dari dasar sungai Serayu yang mengalirkan air dari pegunungan Dieng sampai Samudera Hindia 😀 Sebenarnya ada beberapa titik mata air panas namun sering hilang karena tak jarang ketika sungai meluap batu dan pasir menutupnya, dan yang satu ini agak dipinggir sungai sehingga mudah dikelola, dibuatkan pipa dan dibangun tembok. Panguman ini Khusus pria saja karena tempatnya terbuka. Jadi selain mandi air hangat, disini juga bisa merasakan segarnya air sungai Serayu yang jernih.

IMG_20180108_165427
Saat sepi
21878930_1161460570621901_5154932470075883520_n
Saat lumayan rame, photo by @obyhasan07
IMG_20180108_165224
Foto dari jembatan, agak jauh ya 😀
IMG_20180108_235839
Menikmati segarnya air sungai Serayu

4. Panguman Tegalsari

Tidak jauh juga dari desa Kalibeber, hanya ±2 Km, terletak di desa Tegalsari kecamatan Garung. Saya terus terang belum pernah mandi disini, hanya lewat saja. Katanya si wanita juga bisa mandi disini juga. Sumber mata airnya masih asli, berada ditengah-tengah sawah. Segerr.

25016359_528352184191764_1417492542307434496_n
Photo by @rizal_omplonk

Sebenarnya masih banyak sumber mata air panas di Wonosobo yang dijadikan pemandian air panas seperti di daerah pegunungan Dieng, aktivitas gunung disekitar Wonosobo membawa berkah tersendiri selain untuk wisata alam, panorama dan budaya.

 

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api


Akhir pekan kemarin boleh dibilang long weekend, tapi agenda saya malah kosong plong. Tidak ada acara maupun rencana mbolang sama sekali mengingat akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat, terutama hujan. Di Solo saja minggu kemarin sempat hujan sehari full sampai sore bahkan malam masil lanjut. Bencana banjir terjadi dimana-mana; Pacitan, Klaten, Wonosobo dan masih banyak kota lain yang terkena musibah banjir parah. Semoga kita selalu dalam lindungaNya. Amiin.

Well, Saya ingin sedikit share liburan akhir pekan saya minggu kemarin. Bersyukur sekali saya berkesempatan hidup di kota ‘budaya’ Solo. Mau kemana-mana terutama traveling sangat mudah aksesnya dan dekat dengan destinasi wisata. Ibaratnya nih ya Solo berada ditengah-tengah ‘pertigaan’ Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kereta Api Prameks
KA Prameks. Sumber: http://facebumen.com/

Ngomong-ngomong Yogyakarta, saya sedang ketagihan berpergian ke Jogja dengan menggunakan Kereta Api. Maklum lah, di kota asal saya tidak ada transportasi kereta api. Saya memanfaatkan jasa kereta api local Prameks (Prambanan Ekspress) yang melayani rute Solo – Jogja. Meskipun ada beberapa opsi kereta api lain, jadwal Prameks setau saya ada setiap 1 – 1,5 jam sekali. Beberapa hal yang membuat saya jatuh cinta dengan transportasi kereta api:

1. Tepat Waktu

Belum ada ceritanya molor beberapa menit gara-gara nunggu penumpang. Jika jadwal pukul 7.20 ya pukul itu juga dijam dan menit yang sama, teng, roda-roda kereta mulai berputar. Sempat saya pernah menyaksikan beberapa penumpang masuk ke pemeriksaan tiket kurang dari 15 detik sebelum keberangkatan dan berlarian menuju kereta namun sudah langsung ketinggalan karena waktu sudah menunjukkan pukul. Tidak ada toleransi. Pelajaran berharga untuk mereka, dan saya berharap sih budaya tepat waktu bisa diterapkan dimana saja.

2. Cepat, Nggak Macet

Hanya butuh waktu sejam untuk kereta Prameks dari Solo sampai Jogja. Tentu hal ini sangat menghemat waktu berharga kita di perjalanan. Coba saja kalau memakai mobil atau motor, bisa 2 jam perjalanan belum lagi kalau terkena macet. Untungnya, di rel kereta nggak ada yang namanya macet 😀

3. Nyaman dan Nggak Capek

‘Nyaman’ bagi setiap orang itu relative. Bagi saya kenyamanan yang saya peroleh adalah konsekuensi logis dari 2 poin diatas baru kemudian fasilitas didalam kereta. Misal saja molor, tentu jadi badmood; lama sampai di kota tujuan tentu badan terasa lebih kesel kalau dalam Bahasa Jawa, hehe. Apalagi kalau pakai motor, wah kasian badan kita. Kursi di KA Prameks tidak ada nomornya, ‘siapa cepat dia dapat’. Untuk KA Prameks warna kuning tidak ber AC dan tidak ber toilet, untuk sirkulasi udara hanya mengandalkan angin dari blower dan jendela. Sedangkan KA Prameks warna merah atau Grafiti ada AC dan toiletnya.

4. Harga Tiket Terjangkau

Karena hanya ada kelas ekonomi, Prameks membandrol harga tiket 8k perkepala (seharga nasi telor + es teh burjo UNS) 😀 Ini nih salah satu faktor Prameks nggak pernah sepi. Tiket bisa dipesan H-7 dan tidak bisa pesan secara online, meskipun terdapat fitur online form di situs Prameks.com namun tetap harus dicetak. Tiket Go show bisa dipesan 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Saya menyarankan jika anda ingin naik Prameks di akhir pekan supaya untuk memesan tiket jauh-jauh hari karena tiket Go show cepat habis bahkan pernah jam 3 sore saja tiket jadwal keberangkatan paling malam sudah ludes.

5. Dukungan Moda Transportasi Lain

Terutama di Stasiun Maguwo, merupakan stasiun intermoda yang terintegrasi dengan bandara Adi Sucipto dan transportasi berbasis jalan raya, sangat dekat dengan pool DAMRI. Kalau ingin ke bandara tinggal lewat terowongan saja, sangat nyaman, ber escalator 😀 (bagi saya sudah wah). Kadang juga ada sedikit hiburan musik tradisional Jawa dan sindennya, live, didekat patung yang saya sendiri tidak tau patung apa hehe. Jika turun di stasiun Lempuyangan perjalanan bisa disambung dengan bis trans, atau yang lainnya. Kalau di stasiun Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Stasiun Tugu saya belum pernah pakai transportasi umum karena Tugu sudah di pusat kota, sangat dekat dengan Malioboro, tinggal jalan saja sambil menikmati kota 😀

image1
Masih bertanya-tanya ini patung apa

 

Grojogan Sewu Waterfall


Hari rabu, tanggal merah 9 April 2014 merupakan hari yang pas bagi Bus Lovers untuk jalan-jalan. Secara mendadak aku dan dua rekanku, panggil saja Lucky dan Nana memutuskan untuk pergi ke Tawangmu. Plan A kita mau naik bus jurusan Solo-Tawangmangu, namun bus yang ditunggu tak kunjung datang. Plan B kita naik angkot ataupun bus arah Karanganyar, ternyata sama saja. Pantes lah hari itu sedang ada Pemilu Caleg.
Setelah menunggu kurang lebih satu setengah jam akhirnya ada bus yang rada longgar juga, meski harus tetap berdesakan berdiri si. Segera kita isi ke-riweh-an ini dengan obrolan-obrolan tak bermutu. Kadang membuat otak harus berpikir sebelum ketawa dan bahkan kadang jadi galau. Ah lupakan.
@luckylhap @socapraba
Tawangmangu merupakan daerah dataran tinggi di Karanganyar dengan sederet objek wisata andalan melimpah disana. Biasa lah objek wisata didataran tinggi rata-rata hampir sama.
Sepanjang perjalanan tiga Bus Lover sdisuguhi dengan pemandangan pedesaan berupa hamparan sawah dan kebun. Hijau. Ini asset berharga Karanganyar yang harus tetap dilestarikan. Apalagi sekarang banyak penduduk bertambah dan lahan dialih fungsikan. Jangan sampai lah. Paling tidak diminimalkan.
Kebun Tebu Karanganyar
Perjalanan kita kurang lebih dua jam. Dari solo (depan UNS) sekitar jam sepuluh dan sampai di Tawangmangu pas kumandang adzan dhuhur. Sebelum lanjut kiat sholat terlebih dahulu.
Nah, bagiku yang baru pertamakali mengadakan perjalanan sendiri bersama ini (tidak ikut dalam rangkaian acara biasanya) sampai di Tawangmangu malah bingung, kita ini sebenarnya mau kemana sih? 😀 di perjalanan kami melihat beberapa arah objek wisata, namun jaraknya jauh-jauh dan harus pake kendaraan, mana uang tipis lagi ..haha akhirnya aku Tanya ke salah satu pengunjung disana. Dia sering juga kesini katanya, didekat sini (dari terminal Tawangmangu) ada objek terdekat yaitu Grojogan Sewu. That’s Waterfall. Yep, itu si keren. Dari terminal kea rah utara dan ada pertigaan atau gang ukuran dua meteran beraspal di sebelah kiri jalan. Lurus terus dan jika ada pertigaan ambil lurus. Oke.
Grojogan Sewu Tawangmangu
Saranku, ketika dapet itu jalan, ikuti aja penunjuk arah yang sudah bercecaran di sepanjang jalan (biasanya di persimpangan jalan agar memudahkan tourist). Meski beberapa kali tanya sama orang desa apakah jalan yang kita ambil ini benar. Optimis.
Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan pedesaan seperti biasa. Gunung-gunung di kejauhan, lembah, gereja, villa-villa yang mulai menjamur dan yang ini kita disambut oleh Yellow Sakura (Cuma sebutan kami saja).
Yellow Sakura @socapraba @luckylhapYellow Sakura @luckylhap
Jarak sampai ke loket II sekitar 1.5 – 2 km. lumayan. Sampailah kita di pintu masuk. Ada parkiran mobil, kuda, sepeda, orang (nggak perlu banget) dan orang yang menjajak jajanan dipinggir jalan.
Setelah masuk area wisata, ternyata tidak langsung air terjun yang disuguhkan, melainkan taman nan indah tertata rapi dengan jalanan bebatuan menanjak. Terlihat sungai setelah melewati pintu masuk, pertanda air terjun sudah dekat (pikirku). Namun ternyata harus ada sedikit perjuangan untuk dapat menjamahnya.

Katak vs Kobra
Berjalan sekitar lima belas menit santai menikmati sekeliling, terlihat juga pedagang sate (sate kelinci juga ada), bakso, dan makanan lain. Setelah sampai… foto dulu 😀 taraaaaa.
@junaidimunto @luckylhap @socapraba@luckylhap @socapraba @luckylhap @socapraba

Photos_013 Photos_014

The Grojogan Sewu Waterfall
Grojogan SewuGrojogan SewuGrojogan Sewu @socaprabaGrojogan Sewu @junaidimunto
Tingginya sekitar lima puluh meter kurang. Airnya sangat deras dan jangan coba langsung terkena dibawahnya. Dari jarak lima belas meter saja deburan air membasahi pengunjung. Selain karena derasnya air yang jatuh, anginnya juga lumayan kencang. Berhati-hati saja jika mendekat, bebatuan menghadang. Tapi harus coba mendekat dan rasakan sensasinya. 😀
Bus Lovers won’t stop here..

Bengawan Solo tercemar

Bengawan Solo


Pada hari sabtu tanggal 28 September kemaren aku diajak kakak tingkat dari 2009 untuk mengikuti sosialisasi tentang rumput Vetiver di Kebun Binatang Jurug, pas tepat sebelah timur UNS. Kenapa memilih di Jurug? Selain refreshing kita juga melihat-lihat kegersangan Kebun Binatang tersebut yang mulai tidak terurus, khususnya tanaman-tanamannya. Kandang-kandang hewanpun banyak yang rusak dan pernah kejadian juga hewan […]

L.K.S


Hm…
Persiapan kali ini sangat melelahkan. Aku hanya punya waktu 12 hari dimulai dari tanggal 6 kemarin. Web Design. Sepertinya memang berkutat didepan komputer selama 6 jam sudah cukup melelahkan, pegel. 

Ya Allah…

Semoga aku dapat mempersembahkan kejutan terbaik dalam tugas kali ini. Suatu kebanggan bisa ikut LKS sampai tingkat Provinsi.

Hm…

Apalagi ya, browsing-browsing aku lihat web-web provinsi daerah sangat bagus-bagus. Aku jadi pengen minimal bisa menyamainya, mirip saja sepertinya sudah cukup.

Ya Rabb

Bimbing aku.

Bismillah 🙂