Category: Al-Qur’an

Implementasi Maulid Nabi Muhammad SAW

Implementasi Maulid Nabi Muhammad SAW


www.reyarifin.com - Maulid Nabi Muhammad

Memperingati maulid nabi tahun ini, Alhamdulillah SMK N 1 wonosobo barusaja sukses menggelar acara di gedung adipura.

Semua siswa diwajibkan untuk berangkat dan bahkan di presensi setiap kelasnya, dan juga peserta harus menggunakan pakaian muslim sopan tidak boleh memakai celana jeans, kebijakan yang cukup bagus. Namun masih ada satu dua teman saya yang melanggar itu, bahkan gak berangkat. Saying sekali, karena acara begitu meriah dan berisi. Dari sebelum acara inti sampai setelahnya mendapat perhatian penuh dari peserta. 😀

Yap, kenapa ?

Dimulai dengan pembukaan dan lantunan ayat suci alquran, sangat menggugah semangat dan perhatian kami sebagai peserta, terlebih suaranya merdu sekali 🙂

Kemudian acara dilanjutkan dengan qosidah yang tak kalah merdunya dan pembacaan sholawat simtudduror. Pukulan bas dan alat terbang juga lantunan pujian untuk nabi muhamad SAW lagi-lagi senada dengan hati kami untuk ikut melantunkannya.

Kemudian acara inti yaitu pidato oleh Drs. H Muchotob Hamzah MM yang sangat berkesan.

Di hari peringatan Nabi Muhammad ini ternyata banyak pelajaran yang bisa dipetik dengan meniru keteladanan beiau. Khususnya bagi umat muslim dan umumnya bagi seluruh peserta.

Pada sebuah buku berjudul ‘100 Orang Paling erpengaruh Didunia’ –saya gak tau bahasa inggrisnya- ,penulis berkebangsaan inggris ahli matemaika statistic telah sebelumnya mengadakan riset dan pengkajian siapa to sebenarnya orang yang memiliki pengaruh besar bagi dunia ini.

Dari Amerika ditampilkan George Washington, Abraham Lincoln, dari India ada Ghandi, kemudian dari belahan dunia manapun ditampilkan orang-orang besar. Tak kalah, dari tokoh-tokoh Nabi jaman dahulu pun ikut dikaji, ada Nabi Musa, Isa, Ibrahim dsb.

Dari semuanya itu kemudian di saring dan disaring hingga menjadi 100 orang saja, dan ternyata orang yang menempati posisi pertama sebagai orang paling berpengaruh di dunia tak lain dan tak bukan adalah seorang penggembala pada masa kecilnya yang lahir dari seorang ayah bernama Abdullah dan ibu bernama Siti Aminah. Ya, nabi terakhir Muhammad SAW.

Kenapa bisa ?

Alasannya sangat banyak dan dapat disimpulkan bahwa beliau adalah orang yang mampu mengatur dan memimpin masalah agama dan kenegaraan dalam satu paket yang tak terpisahkan.

Dari Amerika ada George Washington yang sukses memerdekakan Amerika, tapi itu hanya satu bidang. Kemudian Soekarno, hanya satu bidang juga. Napoleon juga. Kemudian ada Nabi Isa yang hanya satu bidang agama saja, juga Ghandi.

Namun Nabi Muhammad, beliau dapat menyeimbangkan umatnya, memimpin umatnya pada dua sisi sekaligus dengan gemilang.

Sebagai paglima perang, ia sukses memimpin pasukan muslim mengalahkan musuh yang lebih besar. Sebagai kepala begara ia sukses memimpin masyarakatnya sejahtera dan tentram. Dan sebagai Nabi, ia mampu mempengaruhi banyak manusia dengan ajarannya yang luhur dan keuniversalannya untuk diamalkan oleh siapa saja, apalagi orang islam. Pada masa itu dan setelahnya, islampun juga ikut berkembang pesat, besar, dan menyebar luas.

Kalau membahas masalah nabi, dirunut kebelakang, banyak sekali nabi yang pada masa kecilnya hidup sebagai penggembala kambing. Ternyata ini memiliki pelajaran tersendiri yang bisa mengantarkan mereka menjadi pemimpin yang handal dan sukses.

Yang pertama,

Seorang penggembala kambing pasti ingin pulang dengan kambing yang kenyang-kenyang. Kata pak Muchotob, itu artinya pemimpin pasti ingin rakyatnya sejahtera, kenyang-kenyang, dan makmur.

Kedua,

Penggembala kambing sangat empati pada kambingnya. Contohnya, ketika kambing digigit harimau, atau serigala, penggembala akan ikut sedih. Artinya, pemimpin harus peduli pada rakyatnya. Jangan ketika rakyat menderita malah biasa saja.

Ketiga,

Penggembala kambing sangatlah sabar. Ketika ada parit menghadang jalannya kambing mencari makan, dia gusah (giring) kambingnya untuk tetap maju, tapi kadang mereka tidak mau dan seorang penggembala sampai harus menggendongnya satu persatu. Sama halnya dengan pemimpin, giringlah rakyat kea rah kemajuan, jangan mudah menyerah. Tuntun mereka kea rah yang lebih baik mesti banyak pro kontra.

Dan sebagai penutup inti, disampaikanlah 7 kebiasaan unggul manusia yang dirumuskan justru bukan oleh orang muslim yang sangatlah klop dengan kebiasaan nabi Muhammad SAW. 7 kebiasaan unggul seorang pemimpin.

  • Belajar seumur hidup

Belajar tidak mengenal usia. Dari kecil sampai besar, bahkan sampai mati orang harus tetap mencari ilmu, tidak harus sekolah tidak harus kuliah tidak harus mondok, tapi sekolah, kuliah, dan pondok merupakan sarana penting pembelajaran.

  • Belajar melayani orang lain

Maksudbya bersikap sopan santun kepada orang lain, misal senyum. Senyum adalah adalah ibadah dan sunnah untuk menyenangkan orang lain (salam). Dihitung juga sebagai shodaqoh.

  • Berani mencoba

Maksudnya kalau tidak berani mencoba kita bukan atau tidak bias menjadi apa “ (positively tp ya)

  • Seimbang (pribadi + golongan)

Seapa-apanya harus seimbang, misal antara urusan dunia maupun akhirat. Urusan pribadi maupun kelompok.

  • Kemampuan memperbaharui diri

Ialah jangan merasa selalu baik karena ada yang lebih baik

  • Hasrat menyempurna

Memang tidak ada yang sempurna kecuali Allah, tetapi yang paling penting adalah ada hasrat untuk menyempurna.

  • Menghormati semua orang

Tidak memandang ras, agama, dll yang berbeda.

Demikian lah, apabila ada salah tulis, sumber, maupun rujukan dan nama atau tokoh yang salah mohon diingatkan dan dikoreksi. Maklum, saya sedikit banyak kurang memperhatikan. Hhe

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Shalat, tentang shalat


Assalamu’alaikum

Kali ini saya akan sedikit membahas shalat, hal yang sudah akrab dan sangat melekat dikehidupan kita. Meskipun sudah menjadi amalan sehari-hari, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam shalat, yaitu syarat, rukun, sunnah dan haiat sholat.  Sering saya menemukan kejanggalan-kejanggalan shalat seseorang yang kebanyakan hal itu bisa diidentifikasi ketika melihat gerakan shalat yang cepat seolah tanpa jeda. Kata orang jawa kaya grusa-grusu. Padahal kalau kita perhatikan rukun dari shalat, tuma’ninah disebutkan paling banyak. Itu menandakan shalat haruslah dengan tenang dan khusu’ tidak grusa-grusu. Itu hanyalah satu contoh kecil.

Keempatnya (syarat, rukun, sunnah, dan haiat) memang saling berkaitan guna kesempurnaan sholat seseorang. Berikut untuk mengingatkan kita saja penjelasan dari keempat komponen sholat diatas. Semoga menjadi jelas dan dapat memperbaiki amalan shalat kita mengingat shalat adalah amalan yang pertamakali di hisab dan di pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

1.Syarat

Pengertian syarat secara sederhana ialah suatu perkara yang harus dilakukan / dipenuhi sebelum melakukan hal yang dimaksud -dalam hal ini sholat- yang jika tidak maka akan menyebabkan tidak sahnya pekerjaan (sholat) seseorang. Ada  dua macam syarat; yaitu syarat wajib dan syarat sah. Nah, syarat wajib merupakan syarat yang tidak boleh tidak dipenuhi yang jika tidak maka hal yang akan dilaksanakan tersebut belum dikategorikan sebagai maksud yang sebenarnya (benar-benar sholat). Sedangkan syarat sah sholat ialah syarat yang mempengaruhi ke-sah han sholat seseorang.

–          Syarat wajib

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal

–          Syarat sah

  • Suci dari hadas dan najis
  • Menutup aurat
  • Berdiri diatas tempat yang suci
  • Sudah masuk waktu sholat
  • Menghadap kearah kiblat

Sabda Nabi:

“Allah tidak akan menerima shalat seseorang tanpa bersuci” (Kifayaul Akhyar)

2.Rukun

Rukun dapat diartikan sebagai sesuatu perkara / hal yang harus ada didalam shalat. Jika tidak ada, meskipun hanya satu yang terlewatkan, maka pekerjaan itu belum dapat dinamakan shalat. Ini yang menjadi kunci sebuah ibadah / pekerjaan seseorang. Adapun rukun shalat menurut kitab Matan Taqrib (Fathul Qarib) ada 18, yaitu

–          Berniat dalam hati

–          Berdiri bagi yang mampu

–          Membaca takbiratul ihram

–          Membaca surat Al-Fatihah

–          Ruku’

–          Tuma’ninah pada rukuk

–          Berdiri tegak dari ruku’ (I’tidal)

–          Tuma’ninah didalam I’tidal

–          Sujud

–          Tuma’ninah didalam sujud

–          Duduk diantara dua sujud

–          Tuma’ninah didalam duduk tersebut

–          Duduk yang terakhir

–          Membaca tasyahud didalam sujud terakhir

–          Membaca shalawat nabi

–          Mengucap salam yang pertama (adapun salam yang kedua ialah sunnah)

–          Berniat keluar dari shalat

–          Tertib

Sabda Nabi:

“Shalatlah kamu sambil berdiri, kalau tidak mampu, sambil duduk kalau masih tidak mampu, sambil berbaring” (HR Bukhari)

“Bila kamu sekalian membaca Alhamdu, bacalah Bismillahirrahmanir rahiim maka sesungguhnya Fatihah itu induk Qur’an dan induk kitab serta tujuh ayat yang berulang-ulang dan Bismillahirrahmanirrahiim itu seayat darinya; atau sabdanya: ia adalah salah satu ayatnya.” (HR Daruquthni)

 3.Sunnah

Ialah suatu perkara yang mendatangkan pahala apabila dikerjakan dan tidak mendapat dosa bila ditinggalkan. Meskipun begitu, sangat perlu dan menurut saya harus dikerjakan agar memperoleh kesempurnaan yang dalam mengerjakan shalat. Jangan sampai meyepelekan hal-hal yang sunnah, karena bisa saja lama-lama jika kita menyepelekan hal yang sunnah bukan tidak mungkin juga akan menyepelekan hal-hal yang wajib. Adapun sunnah shalat (ketika shalat, buakn sebelum masuk shalat) ada dua:

–          Membaca tasyahud awal

–          Membaca doa qunut dalam shalat subuh dan shalat witir pada pertengahan kedua dari bulan Ramadhan

Riwayat Anas ra:

“Tiada henti-hentinya Rasulullah saw itu membaca qunut dalam shalat subuh hingga beliau meninggal dunia” (HR Daruquthni)

4.Haiat shalat / Sunnah Haiat

Yang dimaksud dengan haiat kurang lebih kalau dalam bahasa jawa adalah tingkahe shalat / tatacara shalat. Tentunya berbeda dengan rukun. Karena hal ini ialah sunnah dan berkaitan dengan gerakan-gerakan shalat. Memang tidak menyebabkan shalat tidak sah ketika ditinggalkan, namun alangkah baiknya jika dikerjakan. Toh sunnah bisa menambah pahala dan menambah kesempurnaan shalat kita kan? Apa mau ketika laporan dihadapan Allah ada cedera / cacat pada shalat kita?

Dan berkaitan dengan tatacara, jikapun ditinggalkan, maka akan susah dan meragukan apakah benar sedang mengerjakan shalat, karena shalat itu punya tatacaranya sendiri. Dan bukan hanya shalat, semua amalan memiliki tatacara tersendiri yang masing-masing membedakan satu sama lain.

–          Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram

–          Mengangkat kedua tangan ketika akan dan berdiri dari ruku’

–          Menaruh tangan kanan diatas tangan kiri

–          Membaca doa iftitah dan istingadzah

–          Mengeraskan suara pada tempatnya (Fatihah dan surah; yaitu ketika shalat maghrib, isya, dan subuh pada rakaat pertama dan kedua)

–          Membaca dengan perlahan / suara lirih pada tempatnya (dhuhur dan ashar)

–          Membaca amin

–          Membaca suratan sesudah Fatihah

–          Membaca takbir ketika turun ke ruku’ dan bangun darinya

–          Membaca sami’allahu liman hamidahu, Rabana lakalhamdu…

–          Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud

–          Meletakkan kedua tangan diatas kedua paha ketika duduk, sambil membentangkan tangan kiri dan menggenggamkan tangan kanan, kecuali telunjuk; maka sesungguhnya berisyarah dengan telunjuknya itu sambil membaca syahadat

–          Duduk iftirasy

–          Duduk tawaruk

–          Membaca salam yang kedua

Ket:

Ketika membaca Illallah, acungkan telunjuknya tangan kanan dengan maksud berisyarah bahwa Allah maha tunggal. Lalu telunjuknya itu didiamkan saja dan menurut sebagian ulama boleh digerak-gerakkan; keduanya dari hadist shahih (Kifayatul Akhyar:74)

Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat-Nya untuk selalu mencari ilmu dan kebenaran guna mencapai keridhoan ilahi

Wallahu a’lam bisshawab

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Referensi:

Kifayatul Akhyar

Kitab Fathul Qarib

Fiqih Islam (Tarjamahan Matan Taqrib)

zuhud.wordpress.com