Seputar Transportasi Umum Andalan Mudik Lebaran


Yups

Kurang lebih dua bulan lagi menuju bulan puasa, lebaran pun semakin dekat. Memilih transportasi yang tepat untuk mudik sangat penting sebagai bagian dari rencana mudik tahun ini. Mengingat dari tahun ketahun peningkatan kepemilikan transportasi pribadi kendaraan bermotor sangat pesat. Pertama tentu sepeda motor dan kedua mobil. Saya sangat menyarankan untuk untuk tidak menggunakan sepeda motor sebagai transportasi mudik tahun ini, dan mungkin tahun-tahun berikutnya. Hal ini karena sepeda motor sangat beresiko tinggi terhadap kecelakaan, ancaman kesehatan dan kenyamanan yang kurang. Kemacetan pasti terjadi dan udara jadi tidak bersahabat.

Jadi, jika anda juga ingin berkontribusi membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan, sepertinya langkah terkecil adalah dengan memanfaatkan transportasi umum untuk mobilisasi sehari-hari, liburan ataupun khususnya mudik lebaran dan tahun baru 😀 sedikit saya akan mengulas dan mungkin bisa dijadikan sebagai pertimbangan untuk memilih transportasi umum yang tepat untuk mudik lebaran. Ada Bus, Kereta Api dan Pesawat. Kenapa Kapal tidak saya ulas? yang pasti karena saya belum pernah naik kapal sekelas kapal feri (kapal kecil pernah si sewaktu menyebrang ke pulau Panjang) dan mudiknya juga masih di pulau Jawa saja, hehe.

1. Bus

1281.jpg

Transportasi yang satu ini paling umum digunakan, paling banyak ditemui dan paling terjangkau untuk mudik. Kenyamanan dalam bus sangat ditentukan oleh fasilitas dan crew nya. Dari kelas ekonomi saja memang sudah cukup nyaman untuk bes ber AC, kecuali beberapa bus lawas non AC yang kurang nyaman, terutama dalam hal tempat duduk dan seringnya para pengamen masuk kedalam bus.

Point kedua adalah crew, si sopir dan kondekturnya. Terus terang saya paling nggak sudak dengan sopir yang ugal-ugalan (anda pasti juga) dan suka emosi, kondekturnya juga. Fasilitas senyaman apapun kalau sopir nya ‘nggak baik’ ya sama saja, berada didalam bus dalam keadaan was-was dan dongkol. Jarang ada penumpang yang berani menegur sopir apabila ugal-ugalan, dan sisopir inilah yang menjadi faktor utama keselamatan dalam bus. Oh ya satu lagi, tak jarang meskipun bus AC sisopirnya merokok, duh.

Jadi memastikan bahwa kita berada di bus yang tepat sangatlah penting. Jangan sampai naik bus dari agen yang memiliki reputasi kurang baik dan terkenal kebut-kebutan. Resiko terkena kemacetan masih sangat mungkin apabila menggunakan bus.

2. Kereta Api

b0l76v2ceaa_far1-e1520946338443.jpg

Jika anda menginginkan kecepatan dan kenyamanan, kereta api sepertinya harus dijadikan opsi pertama, khususnya apabila tujuan masih dalam satu pulau dan terdapat akses stasiun terdekat di kota anda. Kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit saya dan sering saya gunakan karena kecepatannya. Tentunya bagi mahasiswa seperti saya ini harga tiket juga menjadi pertimbangan utama 😀

Baca juga:

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api

Grojogan Sewu Waterfall

Apalagi kalau tarif/harga tiket tidak maenjadi masalah buat anda, kenyamanan sempurnapun bisa didapat dengan memilih tiket bisnis ataupun executive. Untuk jarak jauh saya sarankan untuk minimal memilih tiket bisnis, karena selama perjalanan yang memakan waktu lama kondisi tubuh harus tetap dijaga dan dimanjakan agar sesampainya ditujuan tetap fit. Apabila menginginkan fasilitas dan kecepatan lebih, executive memang pilihannya karena kereta kelas executive tidak singgah di semua stasiun

Kenapa Tokopedia ?

Menurut saya Tokopedia merupakan salah satu situs Jual Beli Online terbaik, aman terpercaya dan terlengkap. Dari beberapa pengalaman transaksi selalu puas dengan barangnya, ini karena merchant di Tokopedia dijamin trusted merchant.

Kini pesan tiket kereta api pun menjadi mudah di Tokopedia bahkan bisa memilih kursi sendiri, dan jadwal terlengkap (pesan tiket belum tersediapun bisa dengan fitur pesan nanti). Yang menjadi nilai plus menurut saya adalah reservasi bisa dilakukan H-90, pesan 3 bulan sebelum jadwal keberangkatan kini menjadi mungkin karena seperti kita ketahui menjelang lebaran arus mudik menjadi sangat padat sehingga mau tidak mau pemesanan Tiket Mudik 2018 harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari kehabisan tiket.

3. Pesawat

Memang tidak diragukan lagi moda transportasi udara yang satu ini menjadi andalan. Kecepatan dan kenyamanannya sepadan lah dengan harga yang harus dibayarkan. Waktu tempuh jauh lebih singkat daripada kereta api apalagi bus. Namun tentunya aksesnya masih terbatas mengingat belum banyak kota di Indonesia yang memiliki bandara. Tidak seperti dengan kereta api, Bandara pesawat masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan stasiun kereta api, khususnya di pulau Jawa, hanya di kota-kota besar saja. Jadi jika ingin menggunakan moda transportasi ini pastikan tempat/kota tujuan anda dekat dengan bandara.

Kebanyakan di era digital ini pemesanan tiket pesawat sudah 90% (menurut saya :D) online. Orang tidak mau membuang-buang waktu hanya sekedar pesan tiket ke agen lalu balik lagi kerumah. Sudah banyak situs yang menawarkan tiket pesawat situs maskapai penerbangan, namun yang paling banyak diburu tentunya situs yang menawarkan banyak promo, hehe.

. . .

Kedua transportasi umum terakhir diatas adalah yang paling saya rekomendasikan untuk mudik. Kenapa? Tentunya terhindar dari kemacetan dan resiko-resiko dijalanan lainnya. Kalau tujuan/kota mudik anda memiliki akses stasiun dan/ bandara yang mudah kenapa tidak. Karena keselamatan, kecepatan dan kenyamanan adalah yang paling utama.

Advertisements

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api


Akhir pekan kemarin boleh dibilang long weekend, tapi agenda saya malah kosong plong. Tidak ada acara maupun rencana mbolang sama sekali mengingat akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat, terutama hujan. Di Solo saja minggu kemarin sempat hujan sehari full sampai sore bahkan malam masil lanjut. Bencana banjir terjadi dimana-mana; Pacitan, Klaten, Wonosobo dan masih banyak kota lain yang terkena musibah banjir parah. Semoga kita selalu dalam lindungaNya. Amiin.

Well, Saya ingin sedikit share liburan akhir pekan saya minggu kemarin. Bersyukur sekali saya berkesempatan hidup di kota ‘budaya’ Solo. Mau kemana-mana terutama traveling sangat mudah aksesnya dan dekat dengan destinasi wisata. Ibaratnya nih ya Solo berada ditengah-tengah ‘pertigaan’ Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kereta Api Prameks
KA Prameks. Sumber: http://facebumen.com/

Ngomong-ngomong Yogyakarta, saya sedang ketagihan berpergian ke Jogja dengan menggunakan Kereta Api. Maklum lah, di kota asal saya tidak ada transportasi kereta api. Saya memanfaatkan jasa kereta api local Prameks (Prambanan Ekspress) yang melayani rute Solo – Jogja. Meskipun ada beberapa opsi kereta api lain, jadwal Prameks setau saya ada setiap 1 – 1,5 jam sekali. Beberapa hal yang membuat saya jatuh cinta dengan transportasi kereta api:

1. Tepat Waktu

Belum ada ceritanya molor beberapa menit gara-gara nunggu penumpang. Jika jadwal pukul 7.20 ya pukul itu juga dijam dan menit yang sama, teng, roda-roda kereta mulai berputar. Sempat saya pernah menyaksikan beberapa penumpang masuk ke pemeriksaan tiket kurang dari 15 detik sebelum keberangkatan dan berlarian menuju kereta namun sudah langsung ketinggalan karena waktu sudah menunjukkan pukul. Tidak ada toleransi. Pelajaran berharga untuk mereka, dan saya berharap sih budaya tepat waktu bisa diterapkan dimana saja.

2. Cepat, Nggak Macet

Hanya butuh waktu sejam untuk kereta Prameks dari Solo sampai Jogja. Tentu hal ini sangat menghemat waktu berharga kita di perjalanan. Coba saja kalau memakai mobil atau motor, bisa 2 jam perjalanan belum lagi kalau terkena macet. Untungnya, di rel kereta nggak ada yang namanya macet 😀

3. Nyaman dan Nggak Capek

‘Nyaman’ bagi setiap orang itu relative. Bagi saya kenyamanan yang saya peroleh adalah konsekuensi logis dari 2 poin diatas baru kemudian fasilitas didalam kereta. Misal saja molor, tentu jadi badmood; lama sampai di kota tujuan tentu badan terasa lebih kesel kalau dalam Bahasa Jawa, hehe. Apalagi kalau pakai motor, wah kasian badan kita. Kursi di KA Prameks tidak ada nomornya, ‘siapa cepat dia dapat’. Untuk KA Prameks warna kuning tidak ber AC dan tidak ber toilet, untuk sirkulasi udara hanya mengandalkan angin dari blower dan jendela. Sedangkan KA Prameks warna merah atau Grafiti ada AC dan toiletnya.

4. Harga Tiket Terjangkau

Karena hanya ada kelas ekonomi, Prameks membandrol harga tiket 8k perkepala (seharga nasi telor + es teh burjo UNS) 😀 Ini nih salah satu faktor Prameks nggak pernah sepi. Tiket bisa dipesan H-7 dan tidak bisa pesan secara online, meskipun terdapat fitur online form di situs Prameks.com namun tetap harus dicetak. Tiket Go show bisa dipesan 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Saya menyarankan jika anda ingin naik Prameks di akhir pekan supaya untuk memesan tiket jauh-jauh hari karena tiket Go show cepat habis bahkan pernah jam 3 sore saja tiket jadwal keberangkatan paling malam sudah ludes.

5. Dukungan Moda Transportasi Lain

Terutama di Stasiun Maguwo, merupakan stasiun intermoda yang terintegrasi dengan bandara Adi Sucipto dan transportasi berbasis jalan raya, sangat dekat dengan pool DAMRI. Kalau ingin ke bandara tinggal lewat terowongan saja, sangat nyaman, ber escalator 😀 (bagi saya sudah wah). Kadang juga ada sedikit hiburan musik tradisional Jawa dan sindennya, live, didekat patung yang saya sendiri tidak tau patung apa hehe. Jika turun di stasiun Lempuyangan perjalanan bisa disambung dengan bis trans, atau yang lainnya. Kalau di stasiun Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Stasiun Tugu saya belum pernah pakai transportasi umum karena Tugu sudah di pusat kota, sangat dekat dengan Malioboro, tinggal jalan saja sambil menikmati kota 😀

image1
Masih bertanya-tanya ini patung apa

 

Grojogan Sewu Waterfall


Hari rabu, tanggal merah 9 April 2014 merupakan hari yang pas bagi Bus Lovers untuk jalan-jalan. Secara mendadak aku dan dua rekanku, panggil saja Lucky dan Nana memutuskan untuk pergi ke Tawangmu. Plan A kita mau naik bus jurusan Solo-Tawangmangu, namun bus yang ditunggu tak kunjung datang. Plan B kita naik angkot ataupun bus arah Karanganyar, ternyata sama saja. Pantes lah hari itu sedang ada Pemilu Caleg.
Setelah menunggu kurang lebih satu setengah jam akhirnya ada bus yang rada longgar juga, meski harus tetap berdesakan berdiri si. Segera kita isi ke-riweh-an ini dengan obrolan-obrolan tak bermutu. Kadang membuat otak harus berpikir sebelum ketawa dan bahkan kadang jadi galau. Ah lupakan.
@luckylhap @socapraba
Tawangmangu merupakan daerah dataran tinggi di Karanganyar dengan sederet objek wisata andalan melimpah disana. Biasa lah objek wisata didataran tinggi rata-rata hampir sama.
Sepanjang perjalanan tiga Bus Lover sdisuguhi dengan pemandangan pedesaan berupa hamparan sawah dan kebun. Hijau. Ini asset berharga Karanganyar yang harus tetap dilestarikan. Apalagi sekarang banyak penduduk bertambah dan lahan dialih fungsikan. Jangan sampai lah. Paling tidak diminimalkan.
Kebun Tebu Karanganyar
Perjalanan kita kurang lebih dua jam. Dari solo (depan UNS) sekitar jam sepuluh dan sampai di Tawangmangu pas kumandang adzan dhuhur. Sebelum lanjut kiat sholat terlebih dahulu.
Nah, bagiku yang baru pertamakali mengadakan perjalanan sendiri bersama ini (tidak ikut dalam rangkaian acara biasanya) sampai di Tawangmangu malah bingung, kita ini sebenarnya mau kemana sih? 😀 di perjalanan kami melihat beberapa arah objek wisata, namun jaraknya jauh-jauh dan harus pake kendaraan, mana uang tipis lagi ..haha akhirnya aku Tanya ke salah satu pengunjung disana. Dia sering juga kesini katanya, didekat sini (dari terminal Tawangmangu) ada objek terdekat yaitu Grojogan Sewu. That’s Waterfall. Yep, itu si keren. Dari terminal kea rah utara dan ada pertigaan atau gang ukuran dua meteran beraspal di sebelah kiri jalan. Lurus terus dan jika ada pertigaan ambil lurus. Oke.
Grojogan Sewu Tawangmangu
Saranku, ketika dapet itu jalan, ikuti aja penunjuk arah yang sudah bercecaran di sepanjang jalan (biasanya di persimpangan jalan agar memudahkan tourist). Meski beberapa kali tanya sama orang desa apakah jalan yang kita ambil ini benar. Optimis.
Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan pedesaan seperti biasa. Gunung-gunung di kejauhan, lembah, gereja, villa-villa yang mulai menjamur dan yang ini kita disambut oleh Yellow Sakura (Cuma sebutan kami saja).
Yellow Sakura @socapraba @luckylhapYellow Sakura @luckylhap
Jarak sampai ke loket II sekitar 1.5 – 2 km. lumayan. Sampailah kita di pintu masuk. Ada parkiran mobil, kuda, sepeda, orang (nggak perlu banget) dan orang yang menjajak jajanan dipinggir jalan.
Setelah masuk area wisata, ternyata tidak langsung air terjun yang disuguhkan, melainkan taman nan indah tertata rapi dengan jalanan bebatuan menanjak. Terlihat sungai setelah melewati pintu masuk, pertanda air terjun sudah dekat (pikirku). Namun ternyata harus ada sedikit perjuangan untuk dapat menjamahnya.

Katak vs Kobra
Berjalan sekitar lima belas menit santai menikmati sekeliling, terlihat juga pedagang sate (sate kelinci juga ada), bakso, dan makanan lain. Setelah sampai… foto dulu 😀 taraaaaa.
@junaidimunto @luckylhap @socapraba@luckylhap @socapraba @luckylhap @socapraba

Photos_013 Photos_014

The Grojogan Sewu Waterfall
Grojogan SewuGrojogan SewuGrojogan Sewu @socaprabaGrojogan Sewu @junaidimunto
Tingginya sekitar lima puluh meter kurang. Airnya sangat deras dan jangan coba langsung terkena dibawahnya. Dari jarak lima belas meter saja deburan air membasahi pengunjung. Selain karena derasnya air yang jatuh, anginnya juga lumayan kencang. Berhati-hati saja jika mendekat, bebatuan menghadang. Tapi harus coba mendekat dan rasakan sensasinya. 😀
Bus Lovers won’t stop here..