Cara Menyemai Benih (Pakcoy) yang baik

Cara Menyemai Benih (Pakcoy) yang baik


Sebagai mahasiswa pertanian rasanya kurang afdhol kalau belum memposting bagaimana caranya menyemai benih. Hal ini merupakan skill dasar yang harus dimiliki oleh seorang petani, botanis, dan anda berkegiatan basis pertanian. Sewaktu di bangku kuliah dulu saya sempat bingung mengenai benih dan bibit, ternyata keduanya berbeda. Mungkin banyak orang men-satu artikan benih dan bibit dan tetap memiliki arti sama karena hal yang dimaksud kebetulan sama. Benih identik dengan biji, dimana biji merupakan hasil dari proses reproduksi tanaman pada fase pembungaan dimana biji terbentuk karena bertemunya sel betina dengan jantan (penyerbukan). Singkatnya Continue reading

Advertisements

L.K.S


Hm…
Persiapan kali ini sangat melelahkan. Aku hanya punya waktu 12 hari dimulai dari tanggal 6 kemarin. Web Design. Sepertinya memang berkutat didepan komputer selama 6 jam sudah cukup melelahkan, pegel. 

Ya Allah…

Semoga aku dapat mempersembahkan kejutan terbaik dalam tugas kali ini. Suatu kebanggan bisa ikut LKS sampai tingkat Provinsi.

Hm…

Apalagi ya, browsing-browsing aku lihat web-web provinsi daerah sangat bagus-bagus. Aku jadi pengen minimal bisa menyamainya, mirip saja sepertinya sudah cukup.

Ya Rabb

Bimbing aku.

Bismillah 🙂

PKL vs PRAKERIN


Assalamu’alaikum wr wb

Selamat malam, pada ksesempatan kali ini saya akan share sedikit mengenai PRAKERIN yang sudah berjalan sekitar 1 bulanan. Setelah sekian lama tertunda-tunda karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Malam ini tepat jam setengah sepuluh baru bisa saya tulis.

Kalau bicara masalah PRAKERIN saya rasa istilahnya kurang tepat. Saya lebih suka dengan PKL ataupun PSG. Kenapa?

PRAKERIN itu kan kepanjangannya Praktek Kerja Industri, nah sedangkan Industri identik dengan suatu perusahan yang memproduksi barang tertentu, seperti industri tahu, industri carica, industria rokok, dsb. Nah ini saya di kantor memproduksi apa ya. Saya anggap saja ini Lapangan praktek buat kerja saya (ribet amat, cukup PKL ko’ repot…hha)

Sebelumnya, akan saya perkenalkan terlebih dahulu profil-profil anak yang dapat tugas di Fakultas Tehnik dan Ilmu Komputer UNSIQ bersama dengan saya. Cuma ada 6 anak (termasuk saya)

Sunu

Lenkapnya, Sunu Widyahestu. Orangnya pendiem tapi otaknya selalu berjalan mencari penyelesaian coding program. Ramah dan suka bingung sendiri kalau ditanya sesuatu. Disini saya termasuk orang yang beruntung sekali, kenapa? Karena disekolah saya sama sekali belum pernah melihatnya bernyanyi mengikuti alunan lagu lewat headset. Tapi di ruangan kerja yang sempit ini (bahkan dia berhadapan muka dengan saya), lagu girlband sepertinya sangat dia suka. Tanpa malu dan enjoy dengan saya. Setengah bulan lalu dia berhasil membuat sistem informasi keuangan permintaan FASTIKOM menggunakan Visual Basic.

Dea

Jangan lanjutkan namanya dengan Lova (judul lagu jadinya ..hhe). Jika anda tertarik, silahkan kunjungi saja Fb.nya dengan cukup mengetikkan kata Dea di Fb Search. Pasti saya jamin akan ada puluhan nama disitu ..wkwkw. Tidak banyak hal yang bisa saya deskripsikan darinya karena dia pendiam dan susah diajak ngobrol (sama saya tapi, gak tahu juga kalau dengan orang lain). Tapi setidaknya ada dua hal yang berkesan darinya; pagi (ketika berangkat) saya jarang lihat dan siang (waktu pulang) jarang lihat juga karena dia sering duluan. Datang telat dan pulang tepat (waktu).

Khoirul Ahmad

Kalau anda orang yang suka bercanda dan bergurau kemana-mana (baca:kesana kemari) gak jelas dan gak nyambung sampai bingung mau balas dengan apa, silahkan berteman dengan orang satu ini. Panggilannya irul, tapi saya lebih sering panggil dia baron. Dijamin anda akan terhibur. Dia orangnya ramah sama siapa saja. Jadi, jangan takut, gak bakalan dicuekin.

Dhika

Sempat dalam batin saya bertanya, kenapa teman-temannya sering memanggil dengan panggilan wowok (k memakai ‘). Padahal setahu saya nama lengkapnya adalah Dhika Maulana Okto, Wowo’ nya dari mana gitu lho? Jangan terlalu dipikirkan lah, tanya aja langsung sama dia kan gampang… Meski Dhika orangnya pendiem, tapi otaknya sangat encer dan kreatif. Mampu memanfaatkan peluang dengan tepat. Sebagai salah satu contoh; dalam sehari saja dia bisa mendownload 3 film dengan sempurna. Padahal di kantor, koneksinya rata-rata hanya maksimal 150 kBps. Mana kerjanya cepet selesai lagi …ckckck. Dia termasuk orang yang kerja dengan target.

Dhevi

Nama lengkapnya saya lupa. Tapi seingat saya dia tetangganan dengan simbah saya. Rumahnya membelakangi rumahnya (rumah simbah saya). Dan meski kurang akrab, setidaknya ada hal yang bisa dijadikan obrolan seperti:

‘apa bener si? Pak Mahmudi orang Jambean..’

‘ah gak tahu’

‘katanya irul deket pengajian TPQ’

‘hhm gak tahu tu’

‘tapi kalau mas Arif rumahnya daerah situ kan’

‘ho’oh’

‘wah, jangan-jangan dia ketularan pak Mahmudi jadi programmer’

‘ya jelas, wong dia anaknya pak Mahmudi kok (yang ini fiktif belaka ..hha L.O.L)’

Dalam hati saya sempet jengkel juga si. Jawaban yang amat singkat. Tapi saya juga sadar, susah ternyata untuk memancing orang buat untuk ngobrol. Jadi malu sendiri. Sok tahu. Sok kenal .

Hari pertama mungkin hari yang paling berkesan. Pukul 7.00 tit udah di TKP, nunggu orang-orang fakultas selesai apel. 7.30 masuk ke kantor dan ramah tamah serta pembagian tugas. Pukul 8.07 (mugnkin lebih sedikit) nonton TV sampai jam 11. Bete, so pasti. Bayangkan, salah satu dari pembimbing / orang fakultas yang memberi tugas (baca:pekerjaan) untuk kita hanya berkata:

‘Kalian tunggu saja disini, saya mau ke SMK Muhammadiyah dulu..’

‘Iya Pak’

Hanya itu jawaban kami, sampai jam berapa bahkan tak terbesit dalam pikiran untuk ditanyakan.

Satu persatu dari kita ada yang menguap, ada yang asyik main hp, laptop, baca Koran dan otak-atik remote TV (itu saya…hhe) cari channel yang asyik. Pas mbanget, acaranya Spongebob Squarepants. Wah, cukup bagus ni dari pada acara acara gossip-gosip infotainment.

Tapi saying, lagu penutup terdengar dan tulisan seperti Producer, Co. Producer, Asisten Animation by dsb silih berganti sudah terlihat. Pertanda acara selesai.

Buseeet

Dan kita semua saat itu terkurung dalam Meeting’s Room dengan suasana yang sangat membosankan menanti ketidakpastian. Huft.

Berikutnya, hari-hari kita lalui dengan tugas yang lumayan. Tapi yang paling membekas dalam pikiran sampai badan salah satunya adalam ‘mengetik’, yaps, mengetik. Ini 98% hamper tidak relevan dengan jurusan kami. Tapi paling tidak 2%-nya bisa menjadi latihan olahraga jemari yang bisa melatih melancarkan kami dalam menulis skrip / coding, terima saja.

Dan bukan main-main, kita disuruh mengetik buku minimal 60-70 halaman full style. Ya ampun, bonyok sampai terasa pegal-pegal. Tapi memang saya akui tugas ini sangat membantu dan memberi pelajaran berharga bagi saya. Alhasil, ngetik sebelas jari….ayo siapa coba berani tanding dengan saya?? Ckckckc

Ah, ngantuk. Padahal tulisan ini harus saya selesaikan. Sepertinya tidak bisa, pegel. Ok dah saya teruskan besok pagi.

Sudah pukul 10.20 PM, huft. Sepertinya ide dikepala sudah mulai menguap. Begitu juga dengan mulut saya….whuaaaaahaha.

#

I’m coming back

Terima kasih untuk teman saya yang jauh disana atas kesetiaannya membangunkan tidur saya 45 menit yang lalu. Ok, saya lanjutkan. Kali ini pukul tiga kurang lima menit.

Kalau ditanya secara rinci tiap hari ngapain aja, maka akan saya jawab dengan rinci juga. Berikut rincian aktivitas selama prakerin yang sudah saya rinci dengan serinci-rincinya.

Datang pukul 7.30, seringnya lebih

Mengucap salam dan berjabat tangan

Duduk manis dikursi dosen, membuka laptop dan jendela (biar segwerr)

Sebentar lagi ada pelayan yang membuatkan teh

Minum tehnya nanti karena masih panas, tapi jangan sampai terlalu dingin

Ngerjain tugas (kasihan tuh tugasnya dikerjain)

Badan sudah mulai terasa pegel, istirahat sejenak sambil menikmati the manis

Lanjutkan

Ngobrol

Ngerjain tugas

Ada pembina datang ngecek tugas

Lanjutkan

Adzan dhuhur berkumandang, waktunya sholat & makan

Lanjutkan

Badan sudah mulai pegel lagi

Browsing, streaming & download sepuasnya

Lihat jam

Jika mendekati asar, kami bersiap pulang

Jabat tangan, dan

Berpisah

Begitulah normalnya kegiatan kami sehari-hari. Sewaktu istirahat, kami manfaatkan selama mungkin. Apalagi pas waktunya sholat. Muka sudah kusut terbasuh oleh air wudhu yang sangat menyegarkan, melek tingkat dewa.

Tapi ada 3 hari yang gak normal, dimana 4 hari itu adalah hari-hari menjelang akreditasi fakultas. Hari-H nya tanggal 23 Maret. Berarti tanggal 20, 21,dan 22.

Tanggal 17

Kami dipaksa untuk nge-drill alias ngebut,juga lembur sampe sore jam 5 sekitaran. Tugas menumpuk. Selesaikan dokumen ini lah, itu lah, fotokopi, yang ini di jilid soft, covernya kuning ya.. dan blablabla. Alhasil, kami dapat 50.000 free (buat 4 anak) digunakan untuk makan siang. Sorenya, palah dianterin nasi ketring…LOL. Oh nikmatnya. Ada ayam kress dan iwak ati disitu ..hhm. Balasan dan perhatian yang cukup sebanding. Ternyata mereka tahu wajah-wajah orang kelaparan.

Tanggal 19

Sama dengan hari sebelumnya. Cuma gak ada 50.000-nya (coz udah kemaren), tapi tetep ada ketring dan jajan snack kok. Begitulah makanan kami kalau lembur. Kalau gak lembur juga sering dikasih jajan sama makanan lain seperti nasi goreng. Dan soto udah berkali-kali. Baru aja kemaren, eh bu Nur nawarin ‘jangan pulang dulu ya, tak dibeliin soto..’ (dan kami hanya bisa mlongo –dalam hati, mau banget bu-). Sotonya enak dan diperkirakan harganya sekitar 7500-an keatas.

Tanggal 20

Makanannya lengkap, siang sore dan malam. Cuman pas malamnya hanya pake nasi putih tega sekali dan lele goreng. Bayangkan, nasi putih dan lele garing, tanpa jangan tanpa sambal, tapia da lalapan. Tetep kami syukuri.

Dhuhur sholat berjama’ah seperti biasa. Tapi hari ni parahnya seblum sholat, kita pingbong alias mengadu nasib menentukan siapa yang jadi imamnya. Tawapun pecah ketika satu persatu gugur. Masa’ mau sholat aja harus iren hanya buat imam.

Akhirnya terpilih lah Sunu sebagai imam. Tawapun semakin menggila. Bahkan pas takbirotul ihrom. Perutku sampe sakit. Tak kuasa menahan rasa geli, tawa.

Sholat jadi batal

Di ulangi, karena semua ikut ketawa…termasuk sang imam. LOL

Asarnya, karena kami lupa udah sampe sekitar jam 5 belum sholat, langsung dech saya meluncur ambil alih posisi imam. Dari pada ketunda-tunda. Begitupun dengan maghrib, sekalian.

Tugas kami dari isya’ adalah meniru (baca:memalsukan) tanda tangan. Yaps, meniru tanda tangan orang lain. Sekitar 30 orang lebih dalam satu lembar kertas, dikali 4 tahun. 4 tahun ada 8 semester dan satu semester ada 6 bulan. Jadi kurang lebih 30 x 8 x 6 = 1.440 tanda tangan. Itupun 30-nya lebih tiap semester. Bisa sama dengan aslinya saja udah beruntung. Tapi kebanyakan si asala.hhe Dari pada ngopi, susah amat ya..

This slideshow requires JavaScript.

Sampe jam 11 lebih dan belum juga selesai

Kami menyerah

Kami lelah

Bahkan jika disogok 10 ribu untuk satu semesterpun

Kami tak mau

Kami putuskan

Untuk diteruskan besok pagi-pagi.

Ada pesan dari si-bos, besok berangkat lebih awal, pukul 7-nan, dan dandan uyang rapi, wangi, cantik (buat yang cewek) dan pake pakaian. Jangan sampe gak, berbahaya.hhe -maksudnya pakaian bebas gitu wkwk-.

Al-akhir, kami putuskan untuk pulang.

Karena yang bawa motor hanya Sunu dan saya, alhasil, saya mengantar irul dan Sunu mengantar wowo’.

Sampai dirumah irul, karena mungkin sudah terlaru larut (pukul 12 soalnya), say putuskan menginap dirumahnya saja.

Hari berikutnya, tanggal 21 -Rabu-

Tim akreditasi dan visitasi datang. Kami hanya santai mengangkuti barang-barang untuk persiapan presentasi ke Rektorat. Karena disanalah pertama mereka disambut.

Hari berikutnya, tanggal 22

Masih akreditasi. Suasana lebih santai dari hari sebelumnya.

Dan ngomongin akreditasi rasanya gak selesai-selesai. Capek. Nulis juga sampe pegel banget. Huft, ok. Kita bahas hari setelahnya saja.

Hari setelahnya berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Tugas yang lain menunggu.

Dan saya mohon juga do’anya kepada teman-teman yang sempat baca tulisan ini, agar saya diberi kelancaran untuk menyelesaikan buku setebal 257 halaman. Semoga bisa lebih tepat waktu (tidak mengecewakan pembimbing) hhe J

Sekian

Wassalamu’alaikum wr wb

Wonosobo, 29-30 Maret 2012

Belajar 4’M


Assalamu’alaikum alll

Kali ini, tulisan yang saya sajikan sangat tidak bermutu dan mohon maaf, karena terkesan juga kekurangan ide dan kata-kata. Jadi, silahkan saja dibaca

Biasanya apa yang sering kita dengar dari kesan pertama orang terhadap kekagumannya pada apa yang dilakukan orang lain. Atau takjub melihat hasil yang diperoleh orang lain. Astaghfirullah-kah, innalillahi ? Subhanallah, weijan, gila, atau wah-wah-wah. Ingat, pertanyaan saya adalah secara umumnya.

Sebagai contoh, lengkapi kalimat dibawah ini dengan menu jawaban diatas yang tepat.

. . . . , motornya keren abis.

. . . . . . , dia sampai makan jantung ayam mentah-mentah

. . . . . . . . ., mau apa dia sampai-sampai koprol jungkir balik begitu ?

Dan ternyata kata yang dilontarkan orang itu berbanding lurus dengan kenyataannya. Ya, orang hebat ternyata gila semua. Dan kebanyakan orang hebat dan sukses hidupnya gak normal. Dalam artian tidak sama dengan kebanyakan orang biasa. Tapi ingat, didunia ini gak ada orang gila *ini beneran gila* yang hebat.

Eits, tunggu dulu. Gila yang saya maksud disini yaitu aneh. Bukannya orang gila (beneran) itu hidupnya aneh, seperti buang kotoran sembarangan, nyengar-nyengir dan lain sebagainya. Tapi anehnya orang hebat masih diimbangi dengan logika akal sehat. Dan juga kemasuk akalan dalam menjalani sesuatu.

Mau tahu resep menjadi orang hebat, simak beberapa point dibawah ini, (ini menurut guru penjas saya lho, dan beliau juga gila abis J bahkan kelas yang diajarnyapun sampai menjadi kelas gila, hhe)

Yang pertama, Meniru

Tahu SBY. Dia adalah sosok yang besar tinngi dan emnjadi orang nomor satu di Indonesia. Ya, dia adalah presiden ke-6 untuk Indonesia yang sampai dua periode memikul amanat sebagai pemimpin di Negara ini.

Sebagai contoh kecilnya saja, ketika anda lahir apakah anda langsung bisa berjalan?, tidak bukan. Dan setelah beberapa tahun bisalah anda berjalan. Apakah itu hanya karena usaha keras anda, tentu tidak. Kita bisa berjalan layaknya manusia normal karena kita terbiasa meniru kebiasaan orang berjalan. Contohnya orang tua, kakak, paman, bibi, dan orang lain. Namun ketika manusia dibesarkan tidak dalam lingkungan manusia normal maka cara berjalannyapun tidak seperti manusia. Lihat aja tarzan. Kita lihat dia sering merangkak padahal sudah besar. Itu anggapan manusia, tapi menurut dia, begitulah cara berjalan yang baik dan benar karena dia meniru binatang (gorila) yang dianggapnya sebagai orang tua. Begitulah cerita tarzan.

Lanjut yang kedua, yaitu Mencontek

Siapa yang belum pernah mencontek? Hebat kalau anda palah sering mencontek. Kenapa.karena mencontek itu adalah insting/naluri manusia ketika dia tidak mampu melakukan sesuat. Seperti halnya dalam pelajaran. Ketika diberi tugas, mencontek gak masalah kok. Bukannya kita bisa menguasai pelajaran juga karena pertama mencontek apa yang disampaikan guru.

Tapi ingat, ketika berada pada level ulangan/ujian, buang jauh-jauh pikiran untuk mencontek. Karena kita harus menghargai waktu yang diberikan untuk kita agar benar-benar fight dengan apa yang ada dihadapan kita. Juga, waktu tersebut harus digunakan untuk bisa membuktikan bahwa tanpa orang lainpun kita bisa.

Menjiplak,

Sama sebenarnya, cuman  meniru dan mengamalkan pada tempat lain. Seperti halnya menjiplak gambar yang tersalin ke buku lain. Diharapkan setelah bisa meniru dapat mengaplikasikan ilmunya ketempat lain yang lebih membutuhkan. Toh kita bisa melakukan segala hal buah dari menjiplak perilaku orang disekitar kita, kan?

Mengcopy Paste,

Dijaman semodern sekarang ini, mengcopy paste adalah hal yang biasa sekali. Ada tugas, search aja di Google, browsing dan tnggal copy paste saja. Bahkan ada yang sampai tidak baik dan merupakan kejahatan jika sampai dianggap membajak. Hati-hati. Tapi klau masalah ilmu, di copy pastepu palah justru akan bermanfaat dan menyebar luas. Tidak ada salahnya bukan.

Tapi sekali lagi, jika kita berada di saat sesuatu sedang menuntut kemampuan yang sebenarnya dan keorsinilan dari karya kita, jangan dipraktekan 4 hal diatas. Bisa berbahaya dan mencelakakan. Tapi cukuplah hanya sebagai bahan referensi, jangan sampai menjiplak / mencopy paste. Meniru tidak apa asal hasil tidak sama persis atau 95% buah tangan sendiri. Dan ketika itu tidak bisa dilakukan/ditiru orang lain, itulah anda yang sebenarnya.

Wassalamu’alaikum wr.wb

 

 

 

 

   Diskusi, mencontek pikiran orang lain

jangan seperti ini tapi !!

Untung Rugi Jam Pelajaran Kosong


Assalamu’alaikum all

Kita jumpa lagi nih di posting kedua. Setelah sekian lama –kira kira ±dua minggu- gak login blog lagi. Jadi rindu aja.

Berikut  ini saya akan membahas tentang judul diatas. Seperti biasa yang terjadi tapi gak sering banget sih, pelajaran kosong tak jarang banyak membuat siswa senang bahkan menjerit histeris. Entah itu alasan guru ada rapat, briefing (sama aja ya?), kondangan, atau ada yang anaknya lagi sunatan, tetep aja -entah itu rasa bahagia atau kegirangan- banyak siswa sering memperlihatkan expresi wajah kegembiraan. Padahal apa sih nikmatnya jam kosong. Gak ada yang di makan kan? Atau, ada sensasi tertentu yang didapatkan?

Nah, kalau dari pengalaman saya dan beberapa hasil wawancara exklusif secara tidak sengaja dengan teman-teman yang saya kenal, kebanyakan dari mereka merasa biasa-biasa aja dan kadang mengasyikkan. Apa yang mengasyikkan? Mari kita bahas satu persatu mengenai keuntungannya :

Ngobrol

Hal yang satu ini memang menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang dan apalagi seorang siswa. Bagi mereka yang merasakan kejenuhan karena terus-terusan belajar, ngrumpi –kata lain dari ngobrol-  ternayata mampu menghilangkan stress. Meskipun memang slalu ada jam istirahat, tapi kalau dibandingkan dengan lamanya jam belajar, seperempat jam itu hanya satu per dua puluh delapan bagian dari waktu yang kita miliki 7 jam disekolahan. Bayangkan? Wajar saja bila jam k0song sering digunakan untuk bercengkrama dengan teman.

Bermain

Soal bermain, siapa sih yang gak suka. Apalagi kalau bersama dengan orang yang sebaya dan seplantaran dengan kita, tentu bermain dan bergurau akan terasa lebih mengasyikkan. Kalau yang laki-laki ya biasanya main pokeran, uno, (lumayan, bisa buat nglatih skill judi), sepakbola, bahkan ada yang rela berkelahi adu mulut. Lain lagi dengan perempuan, ngegosip dan ngeceng merupakan menu utama dalam kehidupan. Tapi sih pesan saya, jangan ngegosipin orang tentang keburukannya lah ! kasihan dia nanti, kalo

Uang saku tebel

Bagi kamu-kamu yang hobi banget sama yang namanya jajan ato jalan-jalan, berharap agar setiap harinya selalu kosong saya rasa, bolehlah sesekali. Tapi jangan harap bisa plek setiap hari selalu terkabul. Lumayan, uang dari ortu kan bisa dinikmatin sepuasnya di kantinm atau bila kadang-kadang pulang lebih awal bisa tuh digunain buat senang-senang sama teman diluar. Jadi lebih gaul dikitan.

Sepertinya hanya itu saja yang dirasa berdampak positif bagi pikiran. Ingat, bagi pikiran, bukan intelektual kita. Karena pada dasarnya seseorang yang pergi kesekolah kan tak lain buat cari ilmu dan meningkatkan intelektual serta sosialnya agar selalu siap jika nanti dihadapkan pada kehidupan bermasyarakat. Nah kalo  ruginya, ada dibawah ini :

Waktu terbuang percuma

Coba renungkan kembali apa sebenarnya tujuan kita pergi sekolah. Ilmu, ya ilmu memang ingin kita dapatkan disana. Tapi dengan kosongnya pelajaran, kepergian kita kesekolah menjadi sia-sia. Tak ada ilmu yang didapat. Waktu yang seharusnya sangat ideal untuk belajar dan mengisi otak yang lapar dengan ilmu –karena masih pagi dan fresh- cuma hanya digunakan diluar niatan, santai-santai bercanda, mendongeng, bahkan ada yang loncat-loncatan segala.

Hak sebagai pelajar tak terpenuhi

Siapa si yang gak suka ngetuntut –bukan ngentut ya- hak yang seharusnya menjadi miliknya. Apalagi ketika kewajiban sudah ditunaikan. Wah, urusannya bisa beribet. Sama. Ketika para orang tua siswa sudah dengan rela manitipkan anaknya disekolah dan membayar sejumlah biaya yang sangat gak sedikit, eh palah siguru gak Menuhin kewajibannya buat Menuhin hak anaknya. Jadi, uang dibawa lari tapi pas pelajaran malah pergi. Yang kasihan kan akhirnya orang tua kita.

Ulangan gak bisa

Mending jika guru masih member materi kepada guru piket untuk disampaikan kepada murid. Tapi kan yang namanya belajar tanpa guru, ibarat mobil tanpa setir. Menjadi sulit untuk memahami dan mencermati apa sebenarnya dan bagaimana untuk melakukannya. Bahkan ada orang yang mengatakan, belajar tanpa guru, yang mengajar syetan. Bagaimana syetan mengajar? Coba Tanya aja sama pak kyai, soalnya saya kurang tau adat istiadat persyetanan.

Kalo begitu kejadiannya dan  tiba-tiba pas mau ulangan ya…., gelagepan deh. Ujung-ujungnya palah masuk kelembah contek-mencontek.

Nah sudah tahu kan kalo ruginya jam kosong tuh kaya apa. Trus apa ya yang seharusnya kita lakukan buat ngisi kekosongan itu supaya waktu gak kebuang sia-sia dan berbalik manfaat pada kita.?

Yang  banyak saya dapatkan si –entah itu dari guru atau ustadz- mendingan amalin tu surat Al-Alaq ayat 1. Entah itu buku tentang pelajaran –idealnya si begitu, biar lebih mendalami pelajaran- atau cerpen, Koran novel, dsb atau Al-Qur’an jika sempat, insyaallah bermanfaat. Dan lagi bagi yang suka nulis, jangan sungkan-sungkan meski itu berada didalam kelas. Kalo gak ya bisa kok ke perpus, atau ditempat yang sejuk dan teduh –tapi jangan WC ya-.

Sekian dari saya, kurang dan lebihnya mohon maaf. Wabillahi taufik walhidayah waridho wal inayah

Wassalamu’alaikum wr.wb

 

contoh akibatnya seperti ini,