Medsos Penuh dengan Postingan Kucing, Why?


cat

Ini sebenarnya curhat saja. Artwork kucing diatas saya buat hasil dari keresahan saya ketika browse feed ige banyak yang ngepost foto ataupun video kucing. Story temen-temen juga sama saja semuanya kucing. Bahkan status di whatsapp pun marak pasang video kucing. Ada apa dengan ramadhan kali ini? Sepertinya sedang demam kucing. Apa saya melewatkan sesuatu? mungkin kemaren-kemaren hari kucing sedunia begitu? mungkin. Please somebody tell me what happen!! 😀

Sempat saya menerka-nerka alasan mereka lagi sering bermain dengan kucing dan mengapa mereka posting serba kucing, mungkin ada beberapa nih:

1. Jomblo

Karena kesepian akhirnya bermain-main sama kucing, soalnya gada doi yang bisa dimainin

2. Puasa Pacaran

Karena ramadhan akhirnya mencoba meninggalkan hubungan sesaat, intens berduaan dikurangi. Akhirnya yang bisa dilakukan berduaan dengan kucing yang lucu, menggemaskan. Bebas meng-elus elus, peluk dan tiduran, cakar-cakaran, cokot-cokotan, dsb

3. Ngabuburit

Killing time dengan mengajak kucing kesayangannya jalan-jalan boleh laah. Atau, sekedar berduaan dikamar hanya untuk mengalihkan perhatian perut yang sudah mulai rewel padahal baru jam 3 sore.

4. Cats Lover

Kalau ini mah sudah pasti

5. Pereda Stress

Yang ini kata temenku yang komen di ige, saya menebak dia sedang stress karena tugas akhir. Atau bisa juga stress karena terlalu lama menjomblo, mungkin 😅

Advertisements

Makan Durian? Jangan Lupakan Kulitnya


Musim durian telah tiba, musim durian telah tiba, hore! Hore!

Minggu kemarin pulang kampung eh langsung ditawari durian (red: duren), siapa yang nggak mau coba. Sebagai anak kos yang terkenal ‘ngirit’ belum pernah di kota perantauan beli durian. Ya kali beli satu aja mikir-mikir, harga satu buah durian bisa untuk makan dua hari 😀 Jangan bandingkan harga durian di kota asal durian itu dipetik dengan di kota Solo ini, harganya sangat tidak bersahabat dengan anak kos. Namun tergantung ukuran seberapa dulu yang mau dibeli.

Jadi ceritanya kakak ipar mampir ke rumah bawa lima durian seharga @50k. Yang satu bonus karena beli di tempat langganan katanya. Duriannyapun bukan impor dari kota lain, asli Wonosobo. Katanya panen ini baru seperempat, masih tiga perempat lagi sampai puncaknya. Beberapa desa di Wonosobo memang ada yang terkenal penghasil durian, katanya sih dari daerah Wilayu. Penampakannyapun bagus tanpa cacat dan warna kulit hijau agak kekuningan, baunya harum pertanda sudah matang. Dan benar saja, begitu membuka satu buahnya terlihat kuning mulus empuk tebal, sampai-sampai saya dapat yang sebesar mouse votre (yang pernah pake mouse kerlap-kerlip led warna warni pasti tau kan ukurannya seberapa) dengan biji yang hanya sebesar satu ruas ujung jari telunjuk, bayangkan coba, harta karun mah ini. Baru kali ini saya mendapatkan buah durian dengan biji sekecil itu, heran juga. Coba kalau tanaman durian dikembangkan menjadi tanaman penghasil buah durian tanpa biji, pasti puas meski Cuma makan satu durian. Rasanya manis banget ada juga yang saking manisnya sampai pait. Yang pait-pait begini ni bikin nikmat.

Paling banter makannya saya sama adek, bapak kebetulan tidak bisa makan durian karena baru makan obat katanya, sedangkan mamake lagi sibuk masak dan sesekali makan satu biji dua biji. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan nih kata mamake kalau makan durian dan saya baru tau juga ternyata makan durian nggak asal makan trus kalau eneg tinggal minum

1. Jangan membuka bongkahan baru sebelum buah di bongkahan sebelumnya habis

Biasanya sih isi satu bongkahan 3 – 4 biji, saya kebetulan belum pernah menemukan yang sampai lima biji. Katanya kalau terlalu lama dibiarkan terbuka nanti aroma dan citarasnya berkurang, jadi kurang nikmat. Meskipun dilidah saya sama saja sepertinya 😀

2. Minum dengan kulit durian sebagai wadahnya

Harus banget? Terbukti memang cara seperti ini cukup efektif untuk menghilangkan rasa eneg setelah makan durian apalagi kalau makan banyak-banyak, istilahnya sebagai penetralisir. Dari beberapa sumber setelah saya browsing ternyata kulit durian mengandung 5% Lignin, 5% Pektin dan 60% selulosa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri didalam mulut, terutama bakteri penyebab bau mulut dan penyebab penyakit.

3. Cuci tangan dengan air dalam kulit durian

Saya juga agak kurang nyaman dengan baunya setelah makan durian. Ini akibat saya tidak menerapkan point ketiga katanya. Dengan sedikit menuangkan air kedalam kulit durian sebagai cawan, mengaduknya dengan telunjuk sampai menyentuh kulit ari kemudian untuk cuci tangan bisa mengurangi bau durian ditangan karena beberapa kandungannya tadi.

Namun jangan lupa juga untuk tetap cuci tangan dengan sabun dan gosok gigi setelah makan durian biar nggak mingin-mingini orang lain. Sebaiknya juga tidak berlebihan makan durian karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Akhirnya, saya bawa satu ke Solo untuk teman kos. Testimoni merekapun sangat puas.

 

Referensi:

http://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/03/01/tidak-hanya-mitos-minum-air-di-kulit-durian-ternyata-bisa-cegah-panas-dalam

https://www.kompasiana.com/nurkholis1/kulit-durian-penetralisir-mitos-atau-fakta_54f77e42a33311256f8b45f6

https://propilnikmat.wordpress.com/2017/02/05/first/

First Olbar Portraits Vector Art


Mella Chania Vectort Art
Mella Chania: @mellachania

‘Olbar’ merupakan singkatan dari olah bareng, dimana dalam hal ini para vectorist mengolah foto yang sama dijadikan vector ataupun vexel art. Hasil garapan meskipun menggunakan foto yang sama akan banyak perbedaan karena masing-masing vectorist memiliki style dan skill yang berbeda. Ini pertamakalinya saya mengikuti olbar, yaitu olbar yang diadakan oleh @_saputraadi lewat akun instagramnya. Cukup membuat minder juga H+3 launching foto yang akan digunakan sudah banyak yang setor karya, dan bagus-bagus. Secara saya basicnya bukan anak seni apalagi anak dkv dan hanya seorang yang suka corat coret coreldraw 😀

Hal positif yang bisa didapat dari olbar menurut saya banyak. Pertama pasti belajar, ketika banyak teman yang ikutan olbar pasti tambah semangat juga. Kedua kita bisa tahu style dari para mastah dan hasilnya bisa kita jadikan referensi untuk diterapkan pada karya kita. Ketiga sebagai pembanding, sudah sebaik apa karya kita dibandingkan para vectorist lain. Jika hasilnya ada beberapa kelemahan, kita bisa menambalnya dengan meniru teknik yang sama dari karya vectorist lain.

Karya diatas masih belum halus menurut saya, masih banyak garis wajah yang belum terbentuk, dan rambut masih belum real. Kulitnya juga belum menemukan warna yang pas. Terakhir pas nggarap baju, duh, susah, karena aslinya baju batik trus diubah jadi baju terserah sesuai keinginan. Susahnya terutama dalam membuat garis lekukan lengan dan bayangann lempitan pada bagian tengah.

But overall, puas 😀

Oh iya, olbar beda dengan colab (kolaborasi) lho ya.

4 Pemandian Air Panas di Dekat Pusat Kota Wonosobo


Beberapa hari terakhir ini hujannya luar biasa derasnya, sampai detik ini menulis postingan sambil ditemani hujan, disertai angin kencang. Maklum, masih bulan Januari, biasanya sampai Februari hujan seperti ini akan sering terjadi, kalau tidak hujan deras seketika ya hujan sedeng tapi awet, bisa dari pagi sampai sore. Apalagi di Wonosobo, cuaca cepat berubah karena didaerah pegunungan. Musim hujan begini matahari pagi malas menampakkan diri, mendung bahkan kadang gerimis, jam 10 pagi bisa langsung hujan, rasanya jadi males mandi, dinginnya minta ampun. Kadang 2 hari sampai lupa mandi 😀

Eits, maksudnya mandi air dingin ya, hehe. Alhamdulillah meski di didaerah pegunungan suhunya dingin, sering turun hujan (jadinya tambah dingin) alam telah menyediakan sumber air panas yang bisa dimanfaatkan untuk pemandian air panas, rekreasi ataupun untuk penyembuhan berbagai macam penyakit kulit karna kandungan belerangnya, bisa juga untuk merebus telur dsb 😀 Nah, bagi yang main ke Wonosobo dan kedinginan plus kebetulan tidak singgah di hotel atau homestay bisa nih mampir di 4 pemandian air panas berikut ini, hanya ±4 km dari pusat kota dan ±1 km dari rumah saya.

1. Taman Rekreasi dan Pemandian Air Hangat Kalianget

Judul postingan ini “..air panas..” namun di Kalianget (begitu kebiasaan menyebutnya) memang tidak panas, anget. Taman rekreasi ini dikelola oleh Dinas Pariwisata, didalamnya terdapat taman dengan pepohonan yang rindang dan dulu sempat ada hewan-hewan di kandang, lapangan tenis, lapangan sepakbola, dan kolam renang. Kolam renangnya pun ada dua, 2 kolam air dingin (anak-anak & dewasa) dan 2 kolam air hangat. Terdapat dua loket yaitu pada pintu masuk utama dan pintu masuk kolam renang.

Pintu masuk
Pintu masuk utama. Sumber: jogja.tribunnews.com
Kolam renang air dingin dewasa
Kolam renang air dingin dewasa. Sumber: wonosoboekspres.wordpress.com
Kolam renang air dingin anak-anak
Kolam renang air dingin anak-anak. Sumber: tribunnews.com
Kolam renang air hangat
Kolam renang air hangat. Sumber: wisatawonosobo3.wordpress.com
Belerangnya kerasa
Look! Kuning belerang. Sumber: jogja.tribunnews.com

Satu lagi, jika airnya dirasa kurang panas, bisa langsung menuju ke kamar pemandian air panas yang letaknya diluar kolam renang. Kalau dari pintu masuk utama lurus turun kanan jalan, tepat dibawah pepohonan beringin, tersedia beberapa kamar mandi single yang airnya lumayan lebih panas.

2. Pemandian Air Panas Manggisan

Letaknya di dekat kompleks perumahan Manggisan Baru, tidak jauh dari Taman Wisata Kalianget. Berseberangan persis dengan pintu masuk, jadi kalau dari arah kota ke Dieng pas sebelum Taman Kalianget ambil arah kanan ±2 menit dan inshaallah sudah ada petunjuk jalan Manggisan Baru. Kenapa panas? ya, sumber air panas Kalianget berada sejalur dengan pemandian air panas Manggisan ini. Mungkin air hangat di Kalianget buangan dari sini kali ya 😀 (joke). Pemandian ini termasuk baru dalam pembangunannya dan sudah dibuka untuk wanita, dengan kolam terpisah dan tertutup tentunya. Dulu masih sangat sederhana dan khusus pria karena terbuka. Pemandian ini favorit saya, karena buka 24 jam tak jarang tengah malam kesini berendam sampai pernah pukul 1 😀 Masih dikelola oleh masyarakat setempat.

IMG_20180108_165001
Pemandian Air Panas Manggisan

Terdapat satu kolam outdoor agak besar terbuka dan dua kolam tertutup disebelah utara. Terdapat juga kamar mandi single di bangunan sebelah kiri foto diatas. Lokasi pemandian air panas Manggisan juga memiliki tempat parkir memadai, terdapat juga beberapa warung yang menyediakan aneka jajan makanan seperti tempe kemul, bakwan dsn 😀 Bandingkan dengan awal pertamakali dibuka hanya sebuah kolam outdoor sederhana ditengah-tengah sawah dan khusus pria.

img0230a[1]
Awal-awal dulu, sumber: teddynews
3. Panguman Kali Serayu

Baca saja Tempat berendam di Sungai Serayu. Tepatnya sebelah barat desa saya, Kalibeber. Panguman berasal dari kata kungkum – angum – panguman. Biasanya orang Kalibeber bilang angum atau berendam. Disini mata air panas muncul dari dasar sungai Serayu yang mengalirkan air dari pegunungan Dieng sampai Samudera Hindia 😀 Sebenarnya ada beberapa titik mata air panas namun sering hilang karena tak jarang ketika sungai meluap batu dan pasir menutupnya, dan yang satu ini agak dipinggir sungai sehingga mudah dikelola, dibuatkan pipa dan dibangun tembok. Panguman ini Khusus pria saja karena tempatnya terbuka. Jadi selain mandi air hangat, disini juga bisa merasakan segarnya air sungai Serayu yang jernih.

IMG_20180108_165427
Saat sepi
21878930_1161460570621901_5154932470075883520_n
Saat lumayan rame, photo by @obyhasan07
IMG_20180108_165224
Foto dari jembatan, agak jauh ya 😀
IMG_20180108_235839
Menikmati segarnya air sungai Serayu

4. Panguman Tegalsari

Tidak jauh juga dari desa Kalibeber, hanya ±2 Km, terletak di desa Tegalsari kecamatan Garung. Saya terus terang belum pernah mandi disini, hanya lewat saja. Katanya si wanita juga bisa mandi disini juga. Sumber mata airnya masih asli, berada ditengah-tengah sawah. Segerr.

25016359_528352184191764_1417492542307434496_n
Photo by @rizal_omplonk

Sebenarnya masih banyak sumber mata air panas di Wonosobo yang dijadikan pemandian air panas seperti di daerah pegunungan Dieng, aktivitas gunung disekitar Wonosobo membawa berkah tersendiri selain untuk wisata alam, panorama dan budaya.

 

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api


Akhir pekan kemarin boleh dibilang long weekend, tapi agenda saya malah kosong plong. Tidak ada acara maupun rencana mbolang sama sekali mengingat akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat, terutama hujan. Di Solo saja minggu kemarin sempat hujan sehari full sampai sore bahkan malam masil lanjut. Bencana banjir terjadi dimana-mana; Pacitan, Klaten, Wonosobo dan masih banyak kota lain yang terkena musibah banjir parah. Semoga kita selalu dalam lindungaNya. Amiin.

Well, Saya ingin sedikit share liburan akhir pekan saya minggu kemarin. Bersyukur sekali saya berkesempatan hidup di kota ‘budaya’ Solo. Mau kemana-mana terutama traveling sangat mudah aksesnya dan dekat dengan destinasi wisata. Ibaratnya nih ya Solo berada ditengah-tengah ‘pertigaan’ Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kereta Api Prameks
KA Prameks. Sumber: http://facebumen.com/

Ngomong-ngomong Yogyakarta, saya sedang ketagihan berpergian ke Jogja dengan menggunakan Kereta Api. Maklum lah, di kota asal saya tidak ada transportasi kereta api. Saya memanfaatkan jasa kereta api local Prameks (Prambanan Ekspress) yang melayani rute Solo – Jogja. Meskipun ada beberapa opsi kereta api lain, jadwal Prameks setau saya ada setiap 1 – 1,5 jam sekali. Beberapa hal yang membuat saya jatuh cinta dengan transportasi kereta api:

1. Tepat Waktu

Belum ada ceritanya molor beberapa menit gara-gara nunggu penumpang. Jika jadwal pukul 7.20 ya pukul itu juga dijam dan menit yang sama, teng, roda-roda kereta mulai berputar. Sempat saya pernah menyaksikan beberapa penumpang masuk ke pemeriksaan tiket kurang dari 15 detik sebelum keberangkatan dan berlarian menuju kereta namun sudah langsung ketinggalan karena waktu sudah menunjukkan pukul. Tidak ada toleransi. Pelajaran berharga untuk mereka, dan saya berharap sih budaya tepat waktu bisa diterapkan dimana saja.

2. Cepat, Nggak Macet

Hanya butuh waktu sejam untuk kereta Prameks dari Solo sampai Jogja. Tentu hal ini sangat menghemat waktu berharga kita di perjalanan. Coba saja kalau memakai mobil atau motor, bisa 2 jam perjalanan belum lagi kalau terkena macet. Untungnya, di rel kereta nggak ada yang namanya macet 😀

3. Nyaman dan Nggak Capek

‘Nyaman’ bagi setiap orang itu relative. Bagi saya kenyamanan yang saya peroleh adalah konsekuensi logis dari 2 poin diatas baru kemudian fasilitas didalam kereta. Misal saja molor, tentu jadi badmood; lama sampai di kota tujuan tentu badan terasa lebih kesel kalau dalam Bahasa Jawa, hehe. Apalagi kalau pakai motor, wah kasian badan kita. Kursi di KA Prameks tidak ada nomornya, ‘siapa cepat dia dapat’. Untuk KA Prameks warna kuning tidak ber AC dan tidak ber toilet, untuk sirkulasi udara hanya mengandalkan angin dari blower dan jendela. Sedangkan KA Prameks warna merah atau Grafiti ada AC dan toiletnya.

4. Harga Tiket Terjangkau

Karena hanya ada kelas ekonomi, Prameks membandrol harga tiket 8k perkepala (seharga nasi telor + es teh burjo UNS) 😀 Ini nih salah satu faktor Prameks nggak pernah sepi. Tiket bisa dipesan H-7 dan tidak bisa pesan secara online, meskipun terdapat fitur online form di situs Prameks.com namun tetap harus dicetak. Tiket Go show bisa dipesan 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Saya menyarankan jika anda ingin naik Prameks di akhir pekan supaya untuk memesan tiket jauh-jauh hari karena tiket Go show cepat habis bahkan pernah jam 3 sore saja tiket jadwal keberangkatan paling malam sudah ludes.

5. Dukungan Moda Transportasi Lain

Terutama di Stasiun Maguwo, merupakan stasiun intermoda yang terintegrasi dengan bandara Adi Sucipto dan transportasi berbasis jalan raya, sangat dekat dengan pool DAMRI. Kalau ingin ke bandara tinggal lewat terowongan saja, sangat nyaman, ber escalator 😀 (bagi saya sudah wah). Kadang juga ada sedikit hiburan musik tradisional Jawa dan sindennya, live, didekat patung yang saya sendiri tidak tau patung apa hehe. Jika turun di stasiun Lempuyangan perjalanan bisa disambung dengan bis trans, atau yang lainnya. Kalau di stasiun Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Stasiun Tugu saya belum pernah pakai transportasi umum karena Tugu sudah di pusat kota, sangat dekat dengan Malioboro, tinggal jalan saja sambil menikmati kota 😀

image1
Masih bertanya-tanya ini patung apa

 

Bengawan Solo tercemar

Bengawan Solo


Pada hari sabtu tanggal 28 September kemaren aku diajak kakak tingkat dari 2009 untuk mengikuti sosialisasi tentang rumput Vetiver di Kebun Binatang Jurug, pas tepat sebelah timur UNS. Kenapa memilih di Jurug? Selain refreshing kita juga melihat-lihat kegersangan Kebun Binatang tersebut yang mulai tidak terurus, khususnya tanaman-tanamannya. Kandang-kandang hewanpun banyak yang rusak dan pernah kejadian juga hewan […]