Category: Refreshing

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api

Enaknya ke Jogja Menggunakan Kereta Api


Akhir pekan kemarin boleh dibilang long weekend, tapi agenda saya malah kosong plong. Tidak ada acara maupun rencana mbolang sama sekali mengingat akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat, terutama hujan. Di Solo saja minggu kemarin sempat hujan sehari full sampai sore bahkan malam masil lanjut. Bencana banjir terjadi dimana-mana; Pacitan, Klaten, Wonosobo dan masih banyak kota lain yang terkena musibah banjir parah. Semoga kita selalu dalam lindungaNya. Amiin.

Well, Saya ingin sedikit share liburan akhir pekan saya minggu kemarin. Bersyukur sekali saya berkesempatan hidup di kota ‘budaya’ Solo. Mau kemana-mana terutama traveling sangat mudah aksesnya dan dekat dengan destinasi wisata. Ibaratnya nih ya Solo berada ditengah-tengah ‘pertigaan’ Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kereta Api Prameks
KA Prameks. Sumber: http://facebumen.com/

Ngomong-ngomong Yogyakarta, saya sedang ketagihan berpergian ke Jogja dengan menggunakan Kereta Api. Maklum lah, di kota asal saya tidak ada transportasi kereta api. Saya memanfaatkan jasa kereta api local Prameks (Prambanan Ekspress) yang melayani rute Solo – Jogja. Meskipun ada beberapa opsi kereta api lain, jadwal Prameks setau saya ada setiap 1 – 1,5 jam sekali. Beberapa hal yang membuat saya jatuh cinta dengan transportasi kereta api:

1. Tepat Waktu

Belum ada ceritanya molor beberapa menit gara-gara nunggu penumpang. Jika jadwal pukul 7.20 ya pukul itu juga dijam dan menit yang sama, teng, roda-roda kereta mulai berputar. Sempat saya pernah menyaksikan beberapa penumpang masuk ke pemeriksaan tiket kurang dari 15 detik sebelum keberangkatan dan berlarian menuju kereta namun sudah langsung ketinggalan karena waktu sudah menunjukkan pukul. Tidak ada toleransi. Pelajaran berharga untuk mereka, dan saya berharap sih budaya tepat waktu bisa diterapkan dimana saja.

2. Cepat, Nggak Macet

Hanya butuh waktu sejam untuk kereta Prameks dari Solo sampai Jogja. Tentu hal ini sangat menghemat waktu berharga kita di perjalanan. Coba saja kalau memakai mobil atau motor, bisa 2 jam perjalanan belum lagi kalau terkena macet. Untungnya, di rel kereta nggak ada yang namanya macet 😀

3. Nyaman dan Nggak Capek

‘Nyaman’ bagi setiap orang itu relative. Bagi saya kenyamanan yang saya peroleh adalah konsekuensi logis dari 2 poin diatas baru kemudian fasilitas didalam kereta. Misal saja molor, tentu jadi badmood; lama sampai di kota tujuan tentu badan terasa lebih kesel kalau dalam Bahasa Jawa, hehe. Apalagi kalau pakai motor, wah kasian badan kita. Kursi di KA Prameks tidak ada nomornya, ‘siapa cepat dia dapat’. Untuk KA Prameks warna kuning tidak ber AC dan tidak ber toilet, untuk sirkulasi udara hanya mengandalkan angin dari blower dan jendela. Sedangkan KA Prameks warna merah atau Grafiti ada AC dan toiletnya.

4. Harga Tiket Terjangkau

Karena hanya ada kelas ekonomi, Prameks membandrol harga tiket 8k perkepala (seharga nasi telor + es teh burjo UNS) 😀 Ini nih salah satu faktor Prameks nggak pernah sepi. Tiket bisa dipesan H-7 dan tidak bisa pesan secara online, meskipun terdapat fitur online form di situs Prameks.com namun tetap harus dicetak. Tiket Go show bisa dipesan 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Saya menyarankan jika anda ingin naik Prameks di akhir pekan supaya untuk memesan tiket jauh-jauh hari karena tiket Go show cepat habis bahkan pernah jam 3 sore saja tiket jadwal keberangkatan paling malam sudah ludes.

5. Dukungan Moda Transportasi Lain

Terutama di Stasiun Maguwo, merupakan stasiun intermoda yang terintegrasi dengan bandara Adi Sucipto dan transportasi berbasis jalan raya, sangat dekat dengan pool DAMRI. Kalau ingin ke bandara tinggal lewat terowongan saja, sangat nyaman, ber escalator 😀 (bagi saya sudah wah). Kadang juga ada sedikit hiburan musik tradisional Jawa dan sindennya, live, didekat patung yang saya sendiri tidak tau patung apa hehe. Jika turun di stasiun Lempuyangan perjalanan bisa disambung dengan bis trans, atau yang lainnya. Kalau di stasiun Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Stasiun Tugu saya belum pernah pakai transportasi umum karena Tugu sudah di pusat kota, sangat dekat dengan Malioboro, tinggal jalan saja sambil menikmati kota 😀

image1
Masih bertanya-tanya ini patung apa

 

Advertisements
Bengawan Solo

Bengawan Solo


Pada hari sabtu tanggal 28 September kemaren aku diajak kakak tingkat dari 2009 untuk mengikuti sosialisasi tentang rumput Vetiver di Kebun Binatang Jurug, pas tepat sebelah timur UNS.

Kenapa memilih di Jurug?

Selain refreshing kita juga melihat-lihat kegersangan Kebun Binatang tersebut yang mulai tidak terurus, khususnya tanaman-tanamannya. Kandang-kandang hewanpun banyak yang rusak dan pernah kejadian juga hewan hewan air seperti buaya pernah hilang gara-gara banjir yang meluap dari Bengawan Solo dulu. Nah, Sosialisasi tersebut juga diikuti dengan acara menanam rumput Vetiver bersama. Rumput ini oleh masyarakat sering disebut dengan Akar Wangipernah denganr? Continue reading “Bengawan Solo”