Implementasi Maulid Nabi Muhammad SAW

Implementasi Maulid Nabi Muhammad SAW


www.reyarifin.com - Maulid Nabi Muhammad

Memperingati maulid nabi tahun ini, Alhamdulillah SMK N 1 wonosobo barusaja sukses menggelar acara di gedung adipura.

Semua siswa diwajibkan untuk berangkat dan bahkan di presensi setiap kelasnya, dan juga peserta harus menggunakan pakaian muslim sopan tidak boleh memakai celana jeans, kebijakan yang cukup bagus. Namun masih ada satu dua teman saya yang melanggar itu, bahkan gak berangkat. Saying sekali, karena acara begitu meriah dan berisi. Dari sebelum acara inti sampai setelahnya mendapat perhatian penuh dari peserta. ūüėÄ

Yap, kenapa ?

Dimulai dengan pembukaan dan lantunan ayat suci alquran, sangat menggugah semangat dan perhatian kami sebagai peserta, terlebih suaranya merdu sekali ūüôā

Kemudian acara dilanjutkan dengan qosidah yang tak kalah merdunya dan pembacaan sholawat simtudduror. Pukulan bas dan alat terbang juga lantunan pujian untuk nabi muhamad SAW lagi-lagi senada dengan hati kami untuk ikut melantunkannya.

Kemudian acara inti yaitu pidato oleh Drs. H Muchotob Hamzah MM yang sangat berkesan.

Di hari peringatan Nabi Muhammad ini ternyata banyak pelajaran yang bisa dipetik dengan meniru keteladanan beiau. Khususnya bagi umat muslim dan umumnya bagi seluruh peserta.

Pada sebuah buku berjudul ‚Äė100 Orang Paling erpengaruh Didunia‚Äô ‚Äďsaya gak tau bahasa inggrisnya- ,penulis berkebangsaan inggris ahli matemaika statistic telah sebelumnya mengadakan riset dan pengkajian siapa to sebenarnya orang yang memiliki pengaruh besar bagi dunia ini.

Dari Amerika ditampilkan George Washington, Abraham Lincoln, dari India ada Ghandi, kemudian dari belahan dunia manapun ditampilkan orang-orang besar. Tak kalah, dari tokoh-tokoh Nabi jaman dahulu pun ikut dikaji, ada Nabi Musa, Isa, Ibrahim dsb.

Dari semuanya itu kemudian di saring dan disaring hingga menjadi 100 orang saja, dan ternyata orang yang menempati posisi pertama sebagai orang paling berpengaruh di dunia tak lain dan tak bukan adalah seorang penggembala pada masa kecilnya yang lahir dari seorang ayah bernama Abdullah dan ibu bernama Siti Aminah. Ya, nabi terakhir Muhammad SAW.

Kenapa bisa ?

Alasannya sangat banyak dan dapat disimpulkan bahwa beliau adalah orang yang mampu mengatur dan memimpin masalah agama dan kenegaraan dalam satu paket yang tak terpisahkan.

Dari Amerika ada George Washington yang sukses memerdekakan Amerika, tapi itu hanya satu bidang. Kemudian Soekarno, hanya satu bidang juga. Napoleon juga. Kemudian ada Nabi Isa yang hanya satu bidang agama saja, juga Ghandi.

Namun Nabi Muhammad, beliau dapat menyeimbangkan umatnya, memimpin umatnya pada dua sisi sekaligus dengan gemilang.

Sebagai paglima perang, ia sukses memimpin pasukan muslim mengalahkan musuh yang lebih besar. Sebagai kepala begara ia sukses memimpin masyarakatnya sejahtera dan tentram. Dan sebagai Nabi, ia mampu mempengaruhi banyak manusia dengan ajarannya yang luhur dan keuniversalannya untuk diamalkan oleh siapa saja, apalagi orang islam. Pada masa itu dan setelahnya, islampun juga ikut berkembang pesat, besar, dan menyebar luas.

Kalau membahas masalah nabi, dirunut kebelakang, banyak sekali nabi yang pada masa kecilnya hidup sebagai penggembala kambing. Ternyata ini memiliki pelajaran tersendiri yang bisa mengantarkan mereka menjadi pemimpin yang handal dan sukses.

Yang pertama,

Seorang penggembala kambing pasti ingin pulang dengan kambing yang kenyang-kenyang. Kata pak Muchotob, itu artinya pemimpin pasti ingin rakyatnya sejahtera, kenyang-kenyang, dan makmur.

Kedua,

Penggembala kambing sangat empati pada kambingnya. Contohnya, ketika kambing digigit harimau, atau serigala, penggembala akan ikut sedih. Artinya, pemimpin harus peduli pada rakyatnya. Jangan ketika rakyat menderita malah biasa saja.

Ketiga,

Penggembala kambing sangatlah sabar. Ketika ada parit menghadang jalannya kambing mencari makan, dia gusah (giring) kambingnya untuk tetap maju, tapi kadang mereka tidak mau dan seorang penggembala sampai harus menggendongnya satu persatu. Sama halnya dengan pemimpin, giringlah rakyat kea rah kemajuan, jangan mudah menyerah. Tuntun mereka kea rah yang lebih baik mesti banyak pro kontra.

Dan sebagai penutup inti, disampaikanlah 7 kebiasaan unggul manusia yang dirumuskan justru bukan oleh orang muslim yang sangatlah klop dengan kebiasaan nabi Muhammad SAW. 7 kebiasaan unggul seorang pemimpin.

  • Belajar seumur hidup

Belajar tidak mengenal usia. Dari kecil sampai besar, bahkan sampai mati orang harus tetap mencari ilmu, tidak harus sekolah tidak harus kuliah tidak harus mondok, tapi sekolah, kuliah, dan pondok merupakan sarana penting pembelajaran.

  • Belajar melayani orang lain

Maksudbya bersikap sopan santun kepada orang lain, misal senyum. Senyum adalah adalah ibadah dan sunnah untuk menyenangkan orang lain (salam). Dihitung juga sebagai shodaqoh.

  • Berani mencoba

Maksudnya kalau tidak berani mencoba kita bukan atau tidak bias menjadi apa “ (positively tp ya)

  • Seimbang (pribadi + golongan)

Seapa-apanya harus seimbang, misal antara urusan dunia maupun akhirat. Urusan pribadi maupun kelompok.

  • Kemampuan memperbaharui diri

Ialah jangan merasa selalu baik karena ada yang lebih baik

  • Hasrat menyempurna

Memang tidak ada yang sempurna kecuali Allah, tetapi yang paling penting adalah ada hasrat untuk menyempurna.

  • Menghormati semua orang

Tidak memandang ras, agama, dll yang berbeda.

Demikian lah, apabila ada salah tulis, sumber, maupun rujukan dan nama atau tokoh yang salah mohon diingatkan dan dikoreksi. Maklum, saya sedikit banyak kurang memperhatikan. Hhe

Semoga bermanfaat ūüôā

Shalat, tentang shalat


Assalamu’alaikum

Kali ini saya akan sedikit membahas shalat, hal yang sudah akrab dan sangat melekat dikehidupan kita. Meskipun sudah menjadi amalan sehari-hari, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam shalat, yaitu syarat, rukun, sunnah dan haiat sholat.  Sering saya menemukan kejanggalan-kejanggalan shalat seseorang yang kebanyakan hal itu bisa diidentifikasi ketika melihat gerakan shalat yang cepat seolah tanpa jeda. Kata orang jawa kaya grusa-grusu. Padahal kalau kita perhatikan rukun dari shalat, tuma’ninah disebutkan paling banyak. Itu menandakan shalat haruslah dengan tenang dan khusu’ tidak grusa-grusu. Itu hanyalah satu contoh kecil.

Keempatnya (syarat, rukun, sunnah, dan haiat) memang saling berkaitan guna kesempurnaan sholat seseorang. Berikut untuk mengingatkan kita saja penjelasan dari keempat komponen sholat diatas. Semoga menjadi jelas dan dapat memperbaiki amalan shalat kita mengingat shalat adalah amalan yang pertamakali di hisab dan di pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

1.Syarat

Pengertian syarat secara sederhana ialah suatu perkara yang harus dilakukan / dipenuhi sebelum melakukan hal yang dimaksud -dalam hal ini sholat- yang jika tidak maka akan menyebabkan tidak sahnya pekerjaan (sholat) seseorang. Ada  dua macam syarat; yaitu syarat wajib dan syarat sah. Nah, syarat wajib merupakan syarat yang tidak boleh tidak dipenuhi yang jika tidak maka hal yang akan dilaksanakan tersebut belum dikategorikan sebagai maksud yang sebenarnya (benar-benar sholat). Sedangkan syarat sah sholat ialah syarat yang mempengaruhi ke-sah han sholat seseorang.

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Syarat wajib

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Syarat sah

  • Suci dari hadas dan najis
  • Menutup aurat
  • Berdiri diatas tempat yang suci
  • Sudah masuk waktu sholat
  • Menghadap kearah kiblat

Sabda Nabi:

‚ÄúAllah tidak akan menerima shalat seseorang tanpa bersuci‚ÄĚ (Kifayaul Akhyar)

2.Rukun

Rukun dapat diartikan sebagai sesuatu perkara / hal yang harus ada didalam shalat. Jika tidak ada, meskipun hanya satu yang terlewatkan, maka pekerjaan itu belum dapat dinamakan shalat. Ini yang menjadi kunci sebuah ibadah / pekerjaan seseorang. Adapun rukun shalat menurut kitab Matan Taqrib (Fathul Qarib) ada 18, yaitu

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Berniat dalam hati

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Berdiri bagi yang mampu

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca takbiratul ihram

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca surat Al-Fatihah

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Ruku‚Äô

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Tuma‚Äôninah pada rukuk

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Berdiri tegak dari ruku‚Äô (I‚Äôtidal)

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Tuma‚Äôninah didalam I‚Äôtidal

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Sujud

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Tuma‚Äôninah didalam sujud

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Duduk diantara dua sujud

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Tuma‚Äôninah didalam duduk tersebut

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Duduk yang terakhir

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca tasyahud didalam sujud terakhir

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca shalawat nabi

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengucap salam yang pertama (adapun salam yang kedua ialah sunnah)

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Berniat keluar dari shalat

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Tertib

Sabda Nabi:

‚ÄúShalatlah kamu sambil berdiri, kalau tidak mampu, sambil duduk kalau masih tidak mampu, sambil berbaring‚ÄĚ (HR Bukhari)

‚ÄúBila kamu sekalian membaca Alhamdu, bacalah Bismillahirrahmanir rahiim maka sesungguhnya Fatihah itu induk Qur‚Äôan dan induk kitab serta tujuh ayat yang berulang-ulang dan Bismillahirrahmanirrahiim itu seayat darinya; atau sabdanya: ia adalah salah satu ayatnya.‚ÄĚ (HR Daruquthni)

 3.Sunnah

Ialah suatu perkara yang mendatangkan pahala apabila dikerjakan dan tidak mendapat dosa bila ditinggalkan. Meskipun begitu, sangat perlu dan menurut saya harus dikerjakan agar memperoleh kesempurnaan yang dalam mengerjakan shalat. Jangan sampai meyepelekan hal-hal yang sunnah, karena bisa saja lama-lama jika kita menyepelekan hal yang sunnah bukan tidak mungkin juga akan menyepelekan hal-hal yang wajib. Adapun sunnah shalat (ketika shalat, buakn sebelum masuk shalat) ada dua:

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca tasyahud awal

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca doa qunut dalam shalat subuh dan shalat witir pada pertengahan kedua dari bulan Ramadhan

Riwayat Anas ra:

‚ÄúTiada henti-hentinya Rasulullah saw itu membaca qunut dalam shalat subuh hingga beliau meninggal dunia‚ÄĚ (HR Daruquthni)

4.Haiat shalat / Sunnah Haiat

Yang dimaksud dengan haiat kurang lebih kalau dalam bahasa jawa adalah tingkahe shalat / tatacara shalat. Tentunya berbeda dengan rukun. Karena hal ini ialah sunnah dan berkaitan dengan gerakan-gerakan shalat. Memang tidak menyebabkan shalat tidak sah ketika ditinggalkan, namun alangkah baiknya jika dikerjakan. Toh sunnah bisa menambah pahala dan menambah kesempurnaan shalat kita kan? Apa mau ketika laporan dihadapan Allah ada cedera / cacat pada shalat kita?

Dan berkaitan dengan tatacara, jikapun ditinggalkan, maka akan susah dan meragukan apakah benar sedang mengerjakan shalat, karena shalat itu punya tatacaranya sendiri. Dan bukan hanya shalat, semua amalan memiliki tatacara tersendiri yang masing-masing membedakan satu sama lain.

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengangkat kedua tangan ketika akan dan berdiri dari ruku‚Äô

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Menaruh tangan kanan diatas tangan kiri

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca doa iftitah dan istingadzah

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengeraskan suara pada tempatnya (Fatihah dan surah; yaitu ketika shalat maghrib, isya, dan subuh pada rakaat pertama dan kedua)

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca dengan perlahan / suara lirih pada tempatnya (dhuhur dan ashar)

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca amin

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca suratan sesudah Fatihah

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca takbir ketika turun ke ruku‚Äô dan bangun darinya

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca sami‚Äôallahu liman hamidahu, Rabana lakalhamdu‚Ķ

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca tasbih ketika ruku‚Äô dan sujud

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Meletakkan kedua tangan diatas kedua paha ketika duduk, sambil membentangkan tangan kiri dan menggenggamkan tangan kanan, kecuali telunjuk; maka sesungguhnya berisyarah dengan telunjuknya itu sambil membaca syahadat

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Duduk iftirasy

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Duduk tawaruk

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Membaca salam yang kedua

Ket:

Ketika membaca Illallah, acungkan telunjuknya tangan kanan dengan maksud berisyarah bahwa Allah maha tunggal. Lalu telunjuknya itu didiamkan saja dan menurut sebagian ulama boleh digerak-gerakkan; keduanya dari hadist shahih (Kifayatul Akhyar:74)

Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat-Nya untuk selalu mencari ilmu dan kebenaran guna mencapai keridhoan ilahi

Wallahu a’lam bisshawab

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Referensi:

Kifayatul Akhyar

Kitab Fathul Qarib

Fiqih Islam (Tarjamahan Matan Taqrib)

zuhud.wordpress.com

Mengalah bukan berarti kalah


copying from muhammadassad.wordpress.com

 

Ada sebuah istilah yang sangat menarik,¬†‚Äúyou may lose the battle but you win the war‚ÄĚ.¬†Kata¬†battle¬†di sini diistilahkan sebagai perang kecil dan¬†waradalah sebuah perang yang lebih besar. Inilah yang disebut mengalah untuk menang. Kita sering mengartikan bahwa yang namanya mengalah itu ya berarti kalah, padahal tidak demikian.¬†Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan selanjutnya untuk menang. Bagaimana bisa? Simak cerita berikut.

 

Dikisahkan, pada zaman Nabi Muhammad SAW, saat keluar dari rumah , beliau pasti melewati suatu rumah seorang Yahudi yang punya kebiasaan unik, yaitu meludahi Rasulullah dari depan rumahnya. Ini berlangsung setiap hari. YES, EVERYDAY! Lalu apa reaksi Nabi Muhammad? Beliau hanya tersenyum kepada orang yang meludahnya, membersihkan ludah yang menempel di badan atau bajunya, dan pergi meninggalkan yahudi ini.

 

Sebelum saya lanjutkan ceritanya, coba bayangkan bagaimana kalau kita yang ada di posisi Rasulullah yang setiap hari diludahi? Sudah bisa dibayangkan, mungkin setiap pagi akan ada pertandingan tinju tanpa wasit di depan rumah Yahudi itu. Belum lagi tambahan kata-kata dari Planet Mars seperti¬†‚Äúkucing lo!‚ÄĚatau¬†‚Äúkelinci lo!‚Ä̬†dan teman-temannya pasti keluar semua di situ.

 

Sampai pada suatu pagi ketika Nabi Muhammad SAW lewat di depan rumah sang Yahudi, beliau heran karena tidak ada lagi ludah terbang. Satu hari lewat, dua hari lewat, sampai di hari ketiga tetap tidak ada ludah dari sang Yahudi. Rasulullah pun bertanya kepada para sahabat pergi kemana si Yahudi ini, dan beliau mendapat laporan bahwa ternyata dia sedang sakit. Reaksi spontan beliau saat mendengar Yahudi ini sakit adalah langsung mendatangi ke rumahnya. Sesampainya, betapa kagetnya sang empunya rumah bahwa orang yang selama ini diludahinya setiap hari ternyata adalah orang pertama yang menjenguknya di saat dia sakit.

 

Awalnya sang Yahudi ketakutan bahwa  Rasulullah akan membalas meludahi dia dikarenakan dirinya yang sedang sakit dan tidak berdaya, bahkan akan memperlakukan lebih parah dari sekedar meludah. Tapi apa yang disangkakannya 100% salah. Nabi Muhammad SAW datang untuk menjenguk, bahkan kemudian beliau mendoakan sang Yahudi agar sembuh dari penyakitnya. Doa Rasulullah itu tanpa hijab (penghalang) dan tidak pernah tertolak. Maka tidak lama kemudian,  sembuhlah sang Yahudi ini dari sakitnya. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Sang Yahudi memeluk erat Nabi Muhammad SAW dan menyatakan ingin masuk Islam. Dia kemudian mengucapkan Syahadatdengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan untuk memeluk agama Islam.Asyhadu allaa ilaa ha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah (saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah).

 

Luar biasa! Inilah salah satu contoh yang sangat nyata bagaimana mengalah itu bukan untuk kalah, melainkan kemenangan yang akan didapat! Dalam cerita ini, Nabi Muhammad boleh saja kalah dalam¬†battle¬†(pertempuran kecil), namun beliau sungguh menang dalam¬†war¬†(perang yang lebih besar). Apa kekalahanbattle¬†dari Rasulullah? Beliau setiap hari diludahi oleh Yahudi tersebut. Kalau mau dilihat secara kasat mata ini kan kalah, dalam artian Rasulullah mendapat ludah sementara sang Yahudi tidak. Rasululah menahan diri untuk tidak membalas karena beliau tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang harus dia perjuangkan, yaitu tugas utamanya berada di muka bumi ini, untuk memperbaiki akhlak manusia dan menyiarkan syiar Islam seluas-luasnya sebagai agama yang¬†rahmatan lil ‚Äėaalamiin¬†(rahmat bagi seluruh alam semesta). Lalu apa kemenangan¬†war¬†Rasulullah? Jelas sekali,¬†kemenangan Rasulullah adalah pada akhirnya Sang Yahudi mengucapkan syahadat dan memeluk agama Islam. Inilah kemenangan besar Nabi Muhammad SAW yang berhasil menjalankan misinya di muka bumi yang berhasil menyiarkan syiar Islam dan membuat sang Yahudi memeluk agama Islam atas kesadaran sendiri.

 

Dalam menyikapi cerita ini, beberapa orang termasuk saya dan anda mungkin akan bilang,¬†‚ÄúYa jelas aja bisa sabar diludahin orang, kan beliau itu Nabi! Kalau kita orang-orang biasa gini mana bisa tahan kalo diludahin tapi ga bales?!‚Ä̬†Ada benarnya. Tapi kan kalau ibarat kualitas parfum atau tas, setelah yang namanya¬†original¬†kan ada yang namanya KW 1, KW 2 sampai KW 10. Ini juga sama! Kalau kita tidak bisa meneladani Nabi Muhammad 100%, alangkah baiknya jika kita berusaha meneladani kemuliaannya sedikit demi sedikit. Karena sudah jelas bahwa Rasulullah-lah suri tauladan yang patut kita tiru.

 

‚ÄúSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu¬†(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.‚ÄĚ (QS. Al-Ahzab:21)

 

Dalam hidup kitapun demikian, banyak sekali kejadian yang berhubungan dengan hal ini.¬†‚ÄúYou may lose the battle but win the war‚Ä̬†itu bisa terjadi dimana saja. Ilustrasinya misalkan di suatu toko handphone. Ada penjual, anggaplah namanya Bapak A dan pembeli namanya Ibu B. Target dari Bapak A sebenernya kan cuma satu, yaitu Ibu B membeli handphone atau accessories lainnya di toko dia. Atau mungkin bisa ditambahkan¬†long-term target¬†nya adalah Bu B akan kembali lagi ke tokonya. Untuk sampai kepada target ini kan tentunya harus ada usaha donk? Hukum alamnya mengatakan bahwa mustahil orang mau mendapatkan sesuatu tapi dia tidak berusaha dan mengeluarkan keringat. Istilahnya¬†No Pain No Gain!

 

Pak A untuk mencapai tujuannya ini terkadang harus mengalami ­battle-battlekecil. Pak A tentunya mengharapkan Bu B ini orang yang easy going, ga banyak nanya, dan langsung beli handphone. Enak kan kalo gitu? Iya enak kalau sesuai perkiraan. Tapi kenyataan tidak seindah perkiraan. Ternyata Bu B ini sangat teliti, banyak nanya, ngoceh terus, bahkan untuk hal-hal yang udah dijelasin berulang kali dia tetep balik ke pertanyaan yang sama. Respon dari Pak A lah yang menentukan apakah dia akan menang dalam war atau kalah.

 

Kalau Pak A mau ngikutin kata hati, lebih baik dia marahin aja Bu B karena banyak nanya tapi ga beli juga. Bahkan kalau perlu, diusir sekalian. Kalau ini yang terjadi, berarti dalam battle kecil Pak A menang, tapi sebetulnya dia kalah dalam perang yang lebih besar. Bu B yang sebetulnya sudah akan mengeluarkan dompet untuk beli handphone, akhirnya kesal dan pindah ke toko sebelah yang ternyata punya karyawan yang lebih sabar dan siap menjelaskan setengah jam non-stop kepada Bu B. Akhirnya Bu B luluh dan membeli handphone di toko sebelah dan bukan tokonya Pak A.

 

Jadi sebaiknya yang harus dilakukan kalau menghadapi pembeli seperti Bu B yang¬†ngoceh¬†terus dan banyak nanya, yaudah telen aja ocehannya mentah-mentah selama masih dalam batas wajar. Tapi dalam hati tetep bilang,‚ÄúSilahkan lo ngoceh-ngoceh sekarang, tapi gw bakal buat lo beli handphone gw!‚ÄĚKalau akhirnya Ibu B beli, berarti Pak A menang¬†war¬†karena memang tujuan penjual adalah menjual barang dagangan.

 

Hal ini berlaku untuk semua aspek kehidupan, baik itu untuk karir, persahabatan sampai percintaan hehe.. Contoh lainnya adalah hal yang sangatlumrah¬†jika tidak semua orang menyukai kita. Siapapun dia, dari mulai tukang sapu sampai menteri, pasti saja ada orang-orang yang tidak suka. Entah apapun itu alasannya. Tidak akan ada gunanya untuk meyakinkan orang yang tidak suka kepada kita agar menjadi suka, karena memang hanya akan menghabiskan waktu saja dan mungkin kita akan terlihat sedikit ‚Äúgila‚ÄĚ. Tapi saran saya cobalah untuk tetap berbuat baik terhadap orang yang tidak suka kepada kita. Berbuat baik bukan berarti kita¬† memohon-mohon dan meminta dia supaya jangan membenci kita. Tapi lebih kepada kita menolong dia kalau ada perlu dan lain lain. Pada akhirnya, biasanya, orang yang membenci kita bisa jadi menjadi teman. Jadi janganlah terlalu membenci musuhmu karena bisa menjadi orang yang paling engkau cintai. Ini adalah cara bagaimana kita bisa memenangi sebuah¬†war¬†meskipun kalah dalam¬†battle.

 

Selain itu, berlaku baik terhadap sesama juga merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur‚Äôan (QS. An-Nahl : 90) Allah SWT berfirman: ‚ÄúSesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berlaku baik.‚ÄĚ

 

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa terkadang untuk mencapai suatu tujuan, kita tidak harus selalu berjalan maju ke depan. Ada kalanya kita berhenti sejenak untuk melihat situasi, ada kalanya kita bergeser ke kanan sebentar dan ada kalanya kita mundur ke belakang untuk sementara waktu sebelum melangkah maju ke depan lagi. Inilah yang saya sebut strategi¬†‚Äúyou may lose the battle but win the war‚ÄĚ, yaitu keadaan dimana kita harus mengalah sementara waktu untuk suatu kemenangan yang lebih besar.¬†Prove it!

 

Semoga bermanfaat!

 

Regards,

@muhammadassad

Puasa dan Syawal, bagaimana kelanjutannya ?


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah setelah sekian lama punya keinginan buat ngeblog, ternyata baru sekarang kesampaian. Bukannya gak bisa sih, dan emang sedikit bisa, cuma masih bingung aja apa yang mau di posting. Soalnya saya gak pinter-pinter amat buat nulis artikel, esay, ataupun ngarang. Boleh dibilang si malahan gak bisa. Tapi ya sambil jalan sambil latihan lah. Bisa kan lebih baik. Siapa tahu besok jadi penulis,hhe

Baiklah, setelah melalui perdebatan yang sangat sengit, akhirnya tangan dan jemari saya setuju buat ngisi blog ini seadanya. Diantaranya bisa pengalaman, dan apa aja yang saya dapat selama masih menjadi siswa dan tilmidz.

Untuk kali ini, topik pembahasan yang akan saya sajikan adalah mengenai hikmah bulan Ramadhan dan praktek kelanjutannya.

Satu bulan yang melelahkan sudah kita lewati. Bukan hanya raga kita yang ditempa dengan hebatnya, jiwa kita juga telah diasah dan dibersihkan lagi dengan puasa. Ibadah yang satu ini merupakan ibadah dengan mengharuskan persiapan yang matang. Jika belum siap, belum puaslah hasil yang akan diperoleh.

Bagi teman-teman yang full puasa, trawih, dan tadarusnya pasti merasakan sekali kelelahannya. Setiap hari berlapar-lapar masih disuruh solat sunah sampai berpuluh rakaat, belum lagi setiap hari koma-kamit melantunkan ayat suci bukanlah hal yang mengenakkan badan. Tapi percayalah, dibalik semua itu ada banyak hikmah dan kepuasan yang tak tergantikan dibulan-bulan lain.

Kini syawal, apaka kita sudah menang? Tentu yang tahu hanya diri dari masing-masing individu melihat bagaimana menjalani hidup satu tahun kebelakang dan terutama di bulan Ramadhan. Apakah sudah lebih baik dari tahun kemaren atau tidak. Apakah ada peningkatan, atau bagaimana hasilnya?

Tentu di moment Lebaran kemarin kita telah mendapatkan banyak sekali kebahagiaan, merasakan indahnya bermaafan, bertemu orang yang telah lama jauh dari kita, bersilaturahmi kesana kemari dan bahkan kenikmatan makan jajanan beraneka ragam bisa kita dapat disini,hhe. Belum lagi opor ayamnya…hhm

Lalu sekarang, sudahkah kita mengimplementasikan dari begitu banyak hikmah dari dua moment diatas, Ramadhan dan Syawal. Apakah kehidupan kita sehari-hari sudah tercermin dari kegiatan kita di bulan itu. Ini yang perlu diperhatikan.

Dari sekian banyak hikmah puasa pada intinya ialah Tazkiyatun Nafsi atau bersih-bersih diri. Biasanya hari-hari kita isi dengan banyak kemaksiatan, namun pada bulan itu kita dituntut untuk menahan itu. Dari mulai amarah yang meledak-ledakpun tidak diperbolehkan. Bahkan yang halalpun diharamkan seperti makan walaupun makan makanan halal. Tak lain tujuan dari itu ialah spaya kita ingat kepada  yang maha kuasa dan peka terhadap sekeliling kita. Sama-sama merasakan hal yang sama dan memperbanyak ibadah merupakan cara usaha kita untuk menutupi atau bahkan menghapus dosa-dosa yang selama ini diperbuat. Diharapkan pula apabila yang halalpun kita dapat menahannya apalagi hal-hal yang diharamkan. Tapi ibarat kata pepatah, mempertahankan lebih sulit dari memperoleh ternyata berbanding lurus dengan pendapat saya. Apa-apa kebiasaan baik kita dibulan Ramadhan ternyata lebih sulit di praktekan diluar itu. Tapi marilah dengan sekuat tenaga kita berusaha mempertahanan dan melanjutkan kebiasaan kita di bulan Ramadhan dalam kehiduapn sehari-hari. Omong kosong kalau ada orang yang mengaku bertobat tapi hanya hari itu dia sholat. Sama seperti puasa, tidak ada gunanya jika setelah itu masih saja melakukan maksiat, serakah, sombong, dsb.

Betapa indahnya jika setiap hari kita menjalani hidup dengan tentram, kemaksiatan dikurangi, tidak mudah marah ‚Äďmeskipun bolehlah sekali dua kali-, banyak orang berbagi, sholat berjamaah dan tidak menuruti hawa nafsu melulu. Tentu hal itu sebahagian orang hanya pada bulan Ramadhan.

Buat teman-teman yang suka puasa, jangan berhenti sampai disini. Bisa dilanjutkan dengan puasa seperti Nabi Daud as, atau seperti Nabi Muhammad SAW dengan mengambil hari Senin dan Kamis untuk berpuasa. Bagi yang senang mengkhatamkan Al-Qur’an, bisa kok setiap hari setelah setiap sholat fardhu untuk membaca Al-Qur’an. Syukur Syukur setengah atau satu juz bisa selesai (kalau dihitung dalam sebulan kan lumayan, udah hatam satu kali.) dan yang suka sholat malam, tambahin rakaatnya. Dan yang suka banget ngebagiin zakat, bisa berbagi dengan orang lain yaitu dalam bentuk sodaqoh, insyallah bermanfaat.

Dengan persaudaraan kita hidup, berkembang, beribadah, berkarya, dan bekerja. Silaturrahmi merupakan wujud dari ibadah Hablun minan Nas. Wajib bagi seluruh umat manusia untuk mempererat tali persaudaraan, meskipun kepada bukan yang seiman (toleransi). Bahkan dalam suatu hadist, nabi menegaskan betapa pentingnya hal tersebut. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini ‚Äėbarang siapa memutus tali persaudaraan, maka diharamkan baginya mencium bau surga‚Äô. Kalau saya bilang, apalagi memasukinya ya, hi..ngeri bukan.

Bukan tanpa alasan, ada banyak sekali manfaat jika kita bersilaturahmi, berkunjung-kunjung dengan kerabat atau bahkan saudara. Diantaranya :

Ibadah

Yang pasti dalam Alqur’an saja Allah memerintahkan bahwa hakikatnya diciptakannya manusia dengan berbeda-beda ialah untuk saling mengenal dan menghormati (kaya lagunya Dewa19 aja ya..hhe). dan yakinlah, perintah Allah pastilah mengandung nilai ibadah dimata-Nya.

Awet muda

Meskipun pada dasarnya raga kita menua, namun jiwa dan hati kita akan tetap segar apabila kita selalu dekat dengan sang pencipta dan orang yang kita kenal, menyayangi, dan slalu berbagi dengan kita. Selalu ada cerita didalamnya. Sehingga tawa, canda, sedih, senang bisa kita rasakan jika terus bersama-sama menjalani hidup.

Menambah keakraban

Yang ini lebih khususon buat yang jarang tahu kalau ternyata si fulan ‚Äďbisa dibilang- masih sedulur. Padahal setiap harinya bertemu. Dan tambah akrab pulalah hubungannya. Begitu juga dengan pertemanan dan persahabatan, silaturahmi dan saling mengunjungi merupakan media terhebat mempererat hubungan tersebut.

Pesan saya,jangan sampai putus tali yang sudah terjalin. Pertemanan, persahabatan, pacar, apalagi keluarga. Semoga dalam menjalani hidup kita tidak lupa akan  kebesaran-Nya di Ramadhan dan Syawal. Tidak lupa juga untuk meningkatkan ibadah kita, lebih-lebih melebihi di bulan Ramadhan. Semoga tahun depan kita masih dipertemukan dengan Ramadhan dan Syawal.amin

Wassalamu’alaikum Wr. Wb