4 Pemandian Air Panas di Dekat Pusat Kota Wonosobo


Beberapa hari terakhir ini hujannya luar biasa derasnya, sampai detik ini menulis postingan sambil ditemani hujan, disertai angin kencang. Maklum, masih bulan Januari, biasanya sampai Februari hujan seperti ini akan sering terjadi, kalau tidak hujan deras seketika ya hujan sedeng tapi awet, bisa dari pagi sampai sore. Apalagi di Wonosobo, cuaca cepat berubah karena didaerah pegunungan. Musim hujan begini matahari pagi malas menampakkan diri, mendung bahkan kadang gerimis, jam 10 pagi bisa langsung hujan, rasanya jadi males mandi, dinginnya minta ampun. Kadang 2 hari sampai lupa mandi 😀

Eits, maksudnya mandi air dingin ya, hehe. Alhamdulillah meski di didaerah pegunungan suhunya dingin, sering turun hujan (jadinya tambah dingin) alam telah menyediakan sumber air panas yang bisa dimanfaatkan untuk pemandian air panas, rekreasi ataupun untuk penyembuhan berbagai macam penyakit kulit karna kandungan belerangnya, bisa juga untuk merebus telur dsb 😀 Nah, bagi yang main ke Wonosobo dan kedinginan plus kebetulan tidak singgah di hotel atau homestay bisa nih mampir di 4 pemandian air panas berikut ini, hanya ±4 km dari pusat kota dan ±1 km dari rumah saya.

1. Taman Rekreasi dan Pemandian Air Hangat Kalianget

Judul postingan ini “..air panas..” namun di Kalianget (begitu kebiasaan menyebutnya) memang tidak panas, anget. Taman rekreasi ini dikelola oleh Dinas Pariwisata, didalamnya terdapat taman dengan pepohonan yang rindang dan dulu sempat ada hewan-hewan di kandang, lapangan tenis, lapangan sepakbola, dan kolam renang. Kolam renangnya pun ada dua, 2 kolam air dingin (anak-anak & dewasa) dan 2 kolam air hangat. Terdapat dua loket yaitu pada pintu masuk utama dan pintu masuk kolam renang.

Pintu masuk
Pintu masuk utama. Sumber: jogja.tribunnews.com
Kolam renang air dingin dewasa
Kolam renang air dingin dewasa. Sumber: wonosoboekspres.wordpress.com
Kolam renang air dingin anak-anak
Kolam renang air dingin anak-anak. Sumber: tribunnews.com
Kolam renang air hangat
Kolam renang air hangat. Sumber: wisatawonosobo3.wordpress.com
Belerangnya kerasa
Look! Kuning belerang. Sumber: jogja.tribunnews.com

Satu lagi, jika airnya dirasa kurang panas, bisa langsung menuju ke kamar pemandian air panas yang letaknya diluar kolam renang. Kalau dari pintu masuk utama lurus turun kanan jalan, tepat dibawah pepohonan beringin, tersedia beberapa kamar mandi single yang airnya lumayan lebih panas.

2. Pemandian Air Panas Manggisan

Letaknya di dekat kompleks perumahan Manggisan Baru, tidak jauh dari Taman Wisata Kalianget. Berseberangan persis dengan pintu masuk, jadi kalau dari arah kota ke Dieng pas sebelum Taman Kalianget ambil arah kanan ±2 menit dan inshaallah sudah ada petunjuk jalan Manggisan Baru. Kenapa panas? ya, sumber air panas Kalianget berada sejalur dengan pemandian air panas Manggisan ini. Mungkin air hangat di Kalianget buangan dari sini kali ya 😀 (joke). Pemandian ini termasuk baru dalam pembangunannya dan sudah dibuka untuk wanita, dengan kolam terpisah dan tertutup tentunya. Dulu masih sangat sederhana dan khusus pria karena terbuka. Pemandian ini favorit saya, karena buka 24 jam tak jarang tengah malam kesini berendam sampai pernah pukul 1 😀 Masih dikelola oleh masyarakat setempat.

IMG_20180108_165001
Pemandian Air Panas Manggisan

Terdapat satu kolam outdoor agak besar terbuka dan dua kolam tertutup disebelah utara. Terdapat juga kamar mandi single di bangunan sebelah kiri foto diatas. Lokasi pemandian air panas Manggisan juga memiliki tempat parkir memadai, terdapat juga beberapa warung yang menyediakan aneka jajan makanan seperti tempe kemul, bakwan dsn 😀 Bandingkan dengan awal pertamakali dibuka hanya sebuah kolam outdoor sederhana ditengah-tengah sawah dan khusus pria.

img0230a[1]
Awal-awal dulu, sumber: teddynews
3. Panguman Kali Serayu

Baca saja Tempat berendam di Sungai Serayu. Tepatnya sebelah barat desa saya, Kalibeber. Panguman berasal dari kata kungkum – angum – panguman. Biasanya orang Kalibeber bilang angum atau berendam. Disini mata air panas muncul dari dasar sungai Serayu yang mengalirkan air dari pegunungan Dieng sampai Samudera Hindia 😀 Sebenarnya ada beberapa titik mata air panas namun sering hilang karena tak jarang ketika sungai meluap batu dan pasir menutupnya, dan yang satu ini agak dipinggir sungai sehingga mudah dikelola, dibuatkan pipa dan dibangun tembok. Panguman ini Khusus pria saja karena tempatnya terbuka. Jadi selain mandi air hangat, disini juga bisa merasakan segarnya air sungai Serayu yang jernih.

IMG_20180108_165427
Saat sepi
21878930_1161460570621901_5154932470075883520_n
Saat lumayan rame, photo by @obyhasan07
IMG_20180108_165224
Foto dari jembatan, agak jauh ya 😀
IMG_20180108_235839
Menikmati segarnya air sungai Serayu

4. Panguman Tegalsari

Tidak jauh juga dari desa Kalibeber, hanya ±2 Km, terletak di desa Tegalsari kecamatan Garung. Saya terus terang belum pernah mandi disini, hanya lewat saja. Katanya si wanita juga bisa mandi disini juga. Sumber mata airnya masih asli, berada ditengah-tengah sawah. Segerr.

25016359_528352184191764_1417492542307434496_n
Photo by @rizal_omplonk

Sebenarnya masih banyak sumber mata air panas di Wonosobo yang dijadikan pemandian air panas seperti di daerah pegunungan Dieng, aktivitas gunung disekitar Wonosobo membawa berkah tersendiri selain untuk wisata alam, panorama dan budaya.

 

Advertisements

Musuh baru tanaman Salak


image

Gambar diatas merupakan dokumentasi satu-satunya sewaktu silaturahim tanggal 22 Juli ke desa Manggis, terletak di kecamatan Leksono kabupaten Wonosobo. Sepanjang perjalanan kesana banyak melewati kebun salak, hawa sejuk terasa sekali ketika sinar matahari hanya sedikit sekali melewati celah pohon salak. Baik berangkat maupun pulang, karena tidak lewat jalan yang sama, kanan kiri jalan terhampar langsung kebun salak, bak tembok hampir sempurna seperti melewati dinding gua.

Disela-sela percakapan dengan mbah Dul sedikit menyinggung keresahannya sebagai petani salak. Hasil panen kali ini kurang bagus, kecil-kecil, rusak, dan bahkan tak ada buahnya. Maklum, salak menjadiRead More »

Grojogan Sewu Waterfall


Hari rabu, tanggal merah 9 April 2014 merupakan hari yang pas bagi Bus Lovers untuk jalan-jalan. Secara mendadak aku dan dua rekanku, panggil saja Lucky dan Nana memutuskan untuk pergi ke Tawangmu. Plan A kita mau naik bus jurusan Solo-Tawangmangu, namun bus yang ditunggu tak kunjung datang. Plan B kita naik angkot ataupun bus arah Karanganyar, ternyata sama saja. Pantes lah hari itu sedang ada Pemilu Caleg.
Setelah menunggu kurang lebih satu setengah jam akhirnya ada bus yang rada longgar juga, meski harus tetap berdesakan berdiri si. Segera kita isi ke-riweh-an ini dengan obrolan-obrolan tak bermutu. Kadang membuat otak harus berpikir sebelum ketawa dan bahkan kadang jadi galau. Ah lupakan.
@luckylhap @socapraba
Tawangmangu merupakan daerah dataran tinggi di Karanganyar dengan sederet objek wisata andalan melimpah disana. Biasa lah objek wisata didataran tinggi rata-rata hampir sama.
Sepanjang perjalanan tiga Bus Lover sdisuguhi dengan pemandangan pedesaan berupa hamparan sawah dan kebun. Hijau. Ini asset berharga Karanganyar yang harus tetap dilestarikan. Apalagi sekarang banyak penduduk bertambah dan lahan dialih fungsikan. Jangan sampai lah. Paling tidak diminimalkan.
Kebun Tebu Karanganyar
Perjalanan kita kurang lebih dua jam. Dari solo (depan UNS) sekitar jam sepuluh dan sampai di Tawangmangu pas kumandang adzan dhuhur. Sebelum lanjut kiat sholat terlebih dahulu.
Nah, bagiku yang baru pertamakali mengadakan perjalanan sendiri bersama ini (tidak ikut dalam rangkaian acara biasanya) sampai di Tawangmangu malah bingung, kita ini sebenarnya mau kemana sih? 😀 di perjalanan kami melihat beberapa arah objek wisata, namun jaraknya jauh-jauh dan harus pake kendaraan, mana uang tipis lagi ..haha akhirnya aku Tanya ke salah satu pengunjung disana. Dia sering juga kesini katanya, didekat sini (dari terminal Tawangmangu) ada objek terdekat yaitu Grojogan Sewu. That’s Waterfall. Yep, itu si keren. Dari terminal kea rah utara dan ada pertigaan atau gang ukuran dua meteran beraspal di sebelah kiri jalan. Lurus terus dan jika ada pertigaan ambil lurus. Oke.
Grojogan Sewu Tawangmangu
Saranku, ketika dapet itu jalan, ikuti aja penunjuk arah yang sudah bercecaran di sepanjang jalan (biasanya di persimpangan jalan agar memudahkan tourist). Meski beberapa kali tanya sama orang desa apakah jalan yang kita ambil ini benar. Optimis.
Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan pedesaan seperti biasa. Gunung-gunung di kejauhan, lembah, gereja, villa-villa yang mulai menjamur dan yang ini kita disambut oleh Yellow Sakura (Cuma sebutan kami saja).
Yellow Sakura @socapraba @luckylhapYellow Sakura @luckylhap
Jarak sampai ke loket II sekitar 1.5 – 2 km. lumayan. Sampailah kita di pintu masuk. Ada parkiran mobil, kuda, sepeda, orang (nggak perlu banget) dan orang yang menjajak jajanan dipinggir jalan.
Setelah masuk area wisata, ternyata tidak langsung air terjun yang disuguhkan, melainkan taman nan indah tertata rapi dengan jalanan bebatuan menanjak. Terlihat sungai setelah melewati pintu masuk, pertanda air terjun sudah dekat (pikirku). Namun ternyata harus ada sedikit perjuangan untuk dapat menjamahnya.

Katak vs Kobra
Berjalan sekitar lima belas menit santai menikmati sekeliling, terlihat juga pedagang sate (sate kelinci juga ada), bakso, dan makanan lain. Setelah sampai… foto dulu 😀 taraaaaa.
@junaidimunto @luckylhap @socapraba@luckylhap @socapraba @luckylhap @socapraba

Photos_013 Photos_014

The Grojogan Sewu Waterfall
Grojogan SewuGrojogan SewuGrojogan Sewu @socaprabaGrojogan Sewu @junaidimunto
Tingginya sekitar lima puluh meter kurang. Airnya sangat deras dan jangan coba langsung terkena dibawahnya. Dari jarak lima belas meter saja deburan air membasahi pengunjung. Selain karena derasnya air yang jatuh, anginnya juga lumayan kencang. Berhati-hati saja jika mendekat, bebatuan menghadang. Tapi harus coba mendekat dan rasakan sensasinya. 😀
Bus Lovers won’t stop here..

Bengawan Solo tercemar

Bengawan Solo


Pada hari sabtu tanggal 28 September kemaren aku diajak kakak tingkat dari 2009 untuk mengikuti sosialisasi tentang rumput Vetiver di Kebun Binatang Jurug, pas tepat sebelah timur UNS. Kenapa memilih di Jurug? Selain refreshing kita juga melihat-lihat kegersangan Kebun Binatang tersebut yang mulai tidak terurus, khususnya tanaman-tanamannya. Kandang-kandang hewanpun banyak yang rusak dan pernah kejadian juga hewan […]

Launching Albums


Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah, senbenarnya baru kali ini saya tahu bahwa di wordpress ada fasilitas/fiture untuk gallery dimana khusus untuk menampilkan gambar/foto-foto secara berkolom. Jumlahnya memang terserah dan bisa disisipkan juga dalam tulisan.

Apa bedanya jika kita menampilkan gambar tanpa lewat fasilitas ini?

cukup beda, namun ini untuk memudahkan saja.

Kita tinggal upload foto sebanyaknya sesuka hati dan kemudian diatur urutannya. Bisa dari urut nama atau manual sesuai selera. dan hasil dari gallery ini cukup rapi dan bisa kita atur ada berapa kolom yang ditampilkan. Kalau ada berapa baris si menyesuaikan jumlah foto yang kita upload.

Dari hasil itu saya baru bisa mengupload foto perjalanan saya kekudus sebanyak sekitar 160 lebih berkas. Kenapa baru itu? saya termasuk orang yang sabar dan mipil , biar terasa enteng karena koneksi internet yang sangat lambat ..hhe

Selain itu, berkas-berkas lain diambil dari kamera digital, sehingga otomatis ukuran file sampai 1 Mb lebi per-file..

Dan,

Hasilnya bisa anda lihat di bagian menu Others >> Albums >> Journey to Kudus Town,,, silahkan dilihat-lihat ya ..hhm [maksa ni] 🙂 hhai

Wassalamu’alaikum wr wb